Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Asean Tidak Boleh Mengabaikan Isu Pelanggaran HAM di Kawasan

📅 Selasa, 11 Jul 2023, 23:18 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Asean Tidak Boleh Mengabaikan Isu Pelanggaran HAM di Kawasan Doc: ANTARA/Hafidz Mubarak A
Ket. Dari kiri: Menlu Malaysia Zambry Abdul Kadir, Menlu Filipina Enrique Manalo, Menlu Singapura Vivian Balakrishnan, Menlu Thailand Don Pramudwinai, Menlu Vietnam Bui Thanh Son, Menlu Retno Marsudi, Menlu Laos Saleumxay Kommasith, Menlu Brunei Darussalam Dato Erywan Pehin Yusof, Menlu Kamboja Prak Sokhonn, Menlu Timor Leste Bendito dos Santos Freitas, dan Sekjen Asean Kao Kim Hourn mengikuti sesi foto bersama pada pertemuan Ke-56 Menteri Luar Negeri Asean, di Jakarta, Selasa (11/7).

JAKARTA - Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean) tidak boleh mengabaikan isu pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi di kawasan. Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, menegaskan sebagai ketua Asean tahun ini, Indonesia mengingatkan bahwa perbedaan di antara negara anggota jangan menjadi alasan untuk meninggalkan masalah HAM yang mendesak.

"Terlepas dari perbedaan, Asean harus memanfaatkan dialog untuk memastikan kemajuan berkelanjutan di bidang hak asasi manusia," kata Retno ketika menyampaikan pidato pembukaan dalam Pertemuan ke-56 Menlu Asean (AMM) dengan perwakilan Komisi Antarpemerintah Asean untuk Hak Asasi Manusia (AICHR) di Jakarta, pada Selasa (11/7).

Dialog HAM, jelas Retno, merupakan bukti kedewasaan Asean untuk terlibat dalam dialog yang jujur dan terbuka tanpa menyebut nama dan mempermalukan siapa pun. Oleh karena itu, dialog tersebut perlu dilakukan secara rutin.

"Kami bertujuan untuk merilis Deklarasi Pemimpin tentang Dialog HAM Asean," kata Retno seperti dikutip dari Antara.

Di tengah krisis yang semakin besar dan persaingan yang memperburuk tantangan HAM secara global, Retno berharap Asean bisa memberikan contoh nilai-nilainya secara global dalam memprioritaskan keterlibatan yang konstruktif, bukan melakukan aksi saling tuding.

"Asean juga harus bersatu dalam menolak politisasi dan standar ganda sambil membuktikan kemampuan kita untuk mengatasi masalah di kawasan kita," kata Retno.

"Dalam hal ini, sangat penting bagi AICHR untuk terus berkembang dan berkembang.

Pekerjaannya harus melampaui kegiatan pembangunan kapasitas dan menghasilkan prakarsa lokal yang berdampak," tambahnya.

Dampak Nyata

Berkaitan dengan peran AICHR, Retno mengharapkan program-program yang disiapkan tidak terbatas pada peningkatan kapasitas saja, tetapi bisa berupa inisiatif-inisiatif lain yang memiliki dampak nyata.

Dalam pertemuan para menlu dengan para perwakilan AICHR, isu Myanmar masih mendominasi pembahasan. Di samping isu Myanmar, pertemuan juga membahas isu mengenai perdagangan manusia (TPPO) serta dampak perubahan iklim terhadap HAM.

Para representatif menyoroti kekhawatiran atas meningkatnya kekerasan dan belum adanya kemajuan atas implementasi Konsensus Lima Poin (5PC).

Menutup pertemuan, Menlu Retno menyampaikan bahwa AICHR harus terus mempromosikan nilai-nilai HAM yang sesuai dengan konteks regional. Perlu juga terus menyuarakan kemajuan dan perlindungan HAM yang konstruktif, objektif, dan proporsional di tiga Pilar Komunitas Asean yang sejalan dengan Rencana Aksi 2021-2025.

"Saya ingin menegaskan kembali kesiapan Indonesia untuk bekerja sama dalam mencapai upaya penting untuk pemajuan dan perlindungan HAM ini," pungkas Retno.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.