Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jakarta Timur Beri Pelatihan Kaum Difabel

📅 Rabu, 05 Jul 2023, 05:25 WIB | Oleh:
Jakarta Timur Beri Pelatihan Kaum Difabel Doc: ANTARA/Syaiful Hakim
Ket. Penyandang disabilitas tengah mengikuti seleksi pelatihan kerja Kejuruan Operator Komputer di Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Timur, Pondok Kelapa, Selasa (4/7/2023).

JAKARTA - Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Timur, Selasa (4/7), melakukan seleksi bagi 28 penyandang kebutuhan khusus yang akan mengikuti kegiatan pelatihan operator komputer. Nantinya, dari 28 penyandang disabilitas akan disaring menjadi 20 orang.

Proses seleksi yang digelar di Aula Gedung PPKD Jakarta Timur dibuka Kepala PPKD, Teguh Hendarwan. Seleksi dilakukan untuk menjaring calon peserta pelatihan yang memiliki minat bakat sangat tinggi. Teguh mengatakan mulanya jumlah pendaftar pelatihan kerja mencapai 155 orang untuk tiga kejuruan: operator komputer, video editor, dan barista.

Namun, setelah dilakukan seleksi administrasi, hanya ada 89 orang yang dinyatakan lulus. Saat ini, mereka mengikuti seleksi. Nantinya yang diterima masing-masing kejuruan hanya 20 peserta sehingga total ada 60. "Tercatat dalam sejarah bahwa Pemprov DKI membuka kelas reguler untuk disabilitas. Biasanya mereka mengikuti pelatihan denganmobile traning unit," papar Teguh.

Menurutnya, pelatihan kerja kelas reguler bagi disabilitas merupakan yang pertama kali digelar di DKI Jakarta. "Rencananya pelatihan bagi penyandang disabilitas akan dimulai pekan depan dengan instruktur profesional di tiap kejuruan," tegasnya seperti dikutip jakartagoid.

Teguh menyebutkan, saat ini tengah menyusun program agar semua penyandang disabilitas dapat mengikuti pelatihan kerja di 16 kejuruan di PPKD Jakarta Timur tahun depan.

Gelang Tunarungu

Sementara itu, Menteri Sosial, Tri Rismaharini, meluncurkan Gelang untuk Penyandang Disabilitas Rungu dan Wicara (GRUWI) dalam rangka mengurangi potensi terjadi kecelakaan hingga pemerkosaan terhadap mereka. "Ini salah satu bentuk kegalauan saya karena banyak anak-anak tunawicara diperkosa," katanya dalam Launching GRUWI di Jakarta, Senin.

Risma menjelaskan terciptanya inovasi alat bantu bagi penyandang disabilitas dilatarbelakangi banyaknya kasus pemerkosaan terhadap para tunawicara dan tunarungu. Selain itu, alasan lain di balik alat ini karena banyak penyandang tunawicara dan tunarungu menjadi korban kecelakaan seperti tertabrak kendaraan atau kereta api.

Dia menceritakan saat menjadi Wali Kota Surabaya. Ada seorang anak muda berjalan di rel lalu terlindas kereta api. Padahal sudah diteriaki dan diingatkan banyak orang akan ada kereta melintas. Dia adalah penyandang tunarungu dan tunawicara sehingga tidak mengetahui adanya kereta api melintas, meski sudah diteriaki.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

58 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.