Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Waduh, Pakar PBB Prihatin Asean Masih Libatkan Junta Myanmar dalam Pertemuan

📅 Kamis, 22 Jun 2023, 01:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Waduh, Pakar PBB Prihatin Asean Masih Libatkan Junta Myanmar dalam Pertemuan Doc: ANTARA//REUTERS/Stringer
Ket. Kepala junta Myanmar Jenderal Senior Min Aung Hlaing, yang menggulingkan pemerintah terpilih dalam kudeta pada 1 Februari, memimpin parade militer pada Hari Angkatan Bersenjata di Naypyitaw, Myanmar, Sabtu (27/3/2021).

Jakarta - Waduh, Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) urusan MyanmarThomas Andrews menyatakan prihatin karena Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean) masih melibatkan junta Myanmar dalam beberapa pertemuan formal organisasi regional itu.

Dalam acara jumpa pers di Jakarta, Rabu, Andrewsmengatakan partisipasi Myanmar terus berlanjut dalam pertemuan-pertemuan formal pertahanan Asean.

Dia menyebut Asean telah menunjuk Jenderal Tun Aung, panglima tertinggi Angkatan Udara Myanmar, sebagai Ketua Konferensi Kepala Staf Angkatan Udara Asean 2023.

Tun Aung adalah komandan yang bertanggung jawab atas serangan didesa-desa di Myanmar dengan pesawat tempur.

Jenderal Tun Aung bahkan telah dikenai sanksi oleh Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Uni Eropa.

Selanjutnyadua bulan lalu, Panglima Angkatan Laut Moe Aung ditunjuk untuk memimpin pertemuan Kepala Angkatan Laut Asean 2024.

Andrews menyebut bahwa junta juga menjadi ketua bersama Kelompok Pakar Pertemuan Menteri Pertahanan Asean-Plus (Pertemuan Menteri Pertahanan Asean/ADMM-Plus) tentang Kontra Terorisme dengan Rusia, dan Indonesia berpartisipasi dalam pertemuan-pertemuan itu.

"Tindakan-tindakan seperti ini tidak hanya merusak kredibilitas Asean, tetapi juga melegitimasi junta dan memperpanjang penderitaan rakyat Myanmar," kata dia.

Sementara itu, Asean membela keputusan tersebut dengan mengeklaim bahwa pertemuan itu bersifat teknis dan tidak melanggar kesepakatan Asean untuk melarang keterlibatan Myanmar di level politik dalam pertemuan apa pun, kata Andrews.

"Ini tidak dapat diterima. Junta tidak boleh diundang untuk menghadiri pertemuan Asean mana pun," ucapnya.

Menurut dia, Indonesia harus menunjukkan kepemimpinannya, bersama dengan negara-negara Asean lainnya, dengan tidak menghadiri setiap pertemuan yang mengundang junta.

Sejak kudeta militer 1 Februari 2021, junta yang dipimpin oleh Jenderal Min Aung Hlaing telah melancarkankekerasan dan penindasan terhadaprakyat Myanmar.

Menurut laporan PBB, pasukan junta telah membunuh lebih dari 3.000 warga sipil dan menahan sedikitnya 19.000 orang, juga menyebabkan lebih dari 1,5 juta orang mengungsi dan lebih dari 58.000 rumah, sekolah, sertaklinik habis terbakar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Posko Siaga PLN Istana Waki...
Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur   

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.