Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BPBD Kalsel Tanggulangi Karhutla yang Melanda 10 Hektare Area Bandara

📅 Senin, 19 Jun 2023, 23:57 WIB | Oleh:
BPBD Kalsel Tanggulangi Karhutla yang Melanda 10 Hektare Area Bandara Doc: ANTARA/Tumpal Andani Aritonang
Ket. Tim reaksi cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (BPBD Kalsel) berjarak radius 400 meter dari area kebakaran lahan menginformasikan ke Posko Induk terkait kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (19/6).

BANJARBARU -- Tim reaksi cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalimantan Selatan (BPBD Kalsel) menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda area Bandara Syamsudin Noor dengan luas lahan mencapai 10 hektare di Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru.

Informasi kebakaran hutan dan lahan tersebut diterima melalui tim reaksi cepat (TRC) BPBD Kalsel pada Senin, sekitar pukul 14.30 Wita. Dan upaya pemadaman baru dihentikan sekitar pukul 18.00 Wita.

"Tim turun ke lapangan untuk memadamkan kebakaran lahan di area prioritas penjagaan sekitar bandara," katapetugas lapangan Muhammad Rijali di Banjarbaru.

Dia menambahkan, medan di lapangan sulit untuk diakses, namun pihaknya tetap memastikan api tidak merambat ke permukiman warga.

Ia menyatakan walaupun karhutla merambat luas tetapi masih dapat dikendalikan oleh tim di lapangan agar tidak membahayakan perumahan penduduk setempat.

Sementara itu, pada kemarin Minggu (18/6) karhutla juga melanda lahan area Bandara Syamsudin Noor sebanyak lima hektare lebih yakni di Landasan Ulin Timur, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru.

Karhutla kembali terjadi hari ini di Kota Banjarbaru yang melahap lahan mencapai 10 hektare dengan jarak radius sekitar satu kilometer dari permukiman warga.

Sebelumnya Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kalsel Bambang Dedi Mulyadi mengatakan penanganan karhutla di Kalsel membutuhkan alat canggih yakni helikopter "water bombing".

"Helikopter kita gunakan untuk menjangkau area kebakaran yang sulit dilalui oleh transportasi darat," katanya saat dikonfirmasi di Banjarbaru, Minggu.

Bambang menuturkan BPBD Kalsel saat ini sedang menunggu kedatangan bantuan helikopter sebanyak 10 unit dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengatasi karhutla yang semakin marak di Kalsel.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Pementasan prembon pada Pesta Kesenian Bali

21 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pementasan prembon pada Pes...

Upaya pengembangan komoditas hortikultura

21 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Upaya pengembangan komodita...

Tradisi pembuatan bubur Asyura

21 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Tradisi pembuatan bubur Asyura

.Penindakan pakaian bekas impor ilegal

26 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
.Penindakan pakaian bekas i...
Nasional
Bakti kesehatan memperingat...

PT KAI: Pelanggan Kereta Imperial Naik 162,04 Persen

31 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
PT KAI: Pelanggan Kereta Im...
Ekonomi
Ekspor mobil produksi dalam...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.