Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Klaim Tiada Hewan Berpenyakit Dipertanyakan

📅 Jumat, 16 Jun 2023, 05:23 WIB | Oleh:
Klaim Tiada Hewan Berpenyakit Dipertanyakan Doc: ANTARA/Anggi Luthfi Panggabean
Ket. Ilustrasi hewan kurban di Jakarta.

JAKARTA - Sebentar lagi Idul Adha sehingga mulai banyak pergerakan hewan kurban. Seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mempertanyakan klaim Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta yang mengatakan tidak ada hewan ternak terkena penyakit peste des petits ruminants (PPR), penyakit mulut dan kuku (PMK), dan lumpyskin disease (LSD).

"Berita yang terlalu sempurna ini perlu diwaspadai. Ini layak dipertanyakan," tandas anggota Komisi E DPRD DKI, Merry Hotma, Kamis (15/6). Data tersebut, menurut Merry, harus dibuktikan kepada masyarakat dengan cara memeriksa hewan kurban secara langsung.

Dinas KPKP beserta Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) bisa menghampiri seluruh penampungan hewan kurban. Pemeriksaan hewan tersebut harus dilakukan secara transparan. "Hasilnya harus dibuka ke publik," pinta Merry.

Dengan demikian, tegasnya, publik akan merasa nyaman menjalankan ibadah kurban dengan hewan terjamin kesehatannya. Diterima dan diapresiasi, kalau memang tidak ada hewan ternak berpenyakit yang masuk ke Jakarta.

Sebelumnya, Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Suharini Eliawati, memaparkan ke Komisi B DPRD, Rabu (14/6). Dalam paparannya, Eliawati menyebut tidak ada hewan ternak mengidap penyakit LSD, PMK, dan PPR. Padahal di sekitar Jakarta banyak hewan diserang penyakit.

Temuan paling banyak terjadi Jawa Barat.Ada 1.778 hewan terkena PMK dan 5.197 terkena LSD. Di Jawa Timur sebanyak 7.393 hewan ternak terkena PMK dan 2.015 LSD, sedangkan di Jawa Tengah terdapat 3.790 hewan terkena PMK dan 13.692 terkena LSD.

PMK adalah penyakit hewan yang serius dan sangat menular. Penyakit yang disebabkan oleh virus ini menyerang semua hewan berkuku belah, termasuk sapi, domba, kambing, unta, rusa dan babi.

LSD merupakan penyakit hewan ternak yang ditandai dengan munculnya benjolan kulit sapi, terutama bagian leher, punggung, dan perut. Selain benjolan, sapi yang terinfeksi LSD juga demam, kehilangan nafsu makan, lesu dan produksi susu turun.

Sebaiknya Anda baca juga:

Sementara itu, PPR adalah penyakit ternak yang disebabkan virus bernama peste de petits ruminant virus. Penyakit ini menyerang ruminan kecil, baik domestik maupun liar seperti kambing dan domba. Dampaknya bisa sakit, bahkan kematian 80-100 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Pemerintah Perkuat SDM Mela...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.