Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Berjasa Turunkan Kemiskinan, tapi Kenapa Petani Tak Kunjung Sejahtera?

📅 Jumat, 16 Jun 2023, 13:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Pada akhirnya, benih merupakan barang modal yang menentukan kualitas dan nilai produk petani. Usaha untuk memastikan efisiensi dalam produksi dan distribusinya amat penting.

Kedua, akses petani pada infrastruktur irigasi masih perlu ditingkatkan. Saat ini masih ada ketimpangan: hanya sekitar 50% dari petani di luar Jawa yang memiliki akses irigasi.

Di sisi lain, pembangunan irigasi di luar Jawa juga perlu memperhatikan faktor geografis, seperti kemiringan lahan.

Ketiga, perlu perubahan paradigma dalam memperlakukan pelaku usaha di sepanjang rantai pertanian (seperti pedagang pengumpul dan penggilingan) sebagai aktor penting yang turut menentukan nilai tambah produk petani. Hal ini bisa dilakukan, misalnya, dengan memberi insentif bagi mereka untuk berinvestasi pada fasilitas pengolahan pascapanen.

Keempat, upaya peningkatan produktivitas pertanian memerlukan sokongan investasi asing langsung (foreign direct investment atau FDI), terutama mengingat rendahnya realisasi FDI di sektor pertanian. Jumlahnya hanya mencapai 3%-7% dari total realisasi FDI di Indonesia selama 2015-2019.

Relaksasi kebijakan penanaman modal di sektor pertanian penting untuk mendorong investasi di bidang pengembangan teknologi, transfer pengetahuan, hingga integrasi yang lebih dalam pada rantai nilai global.

Pada akhirnya, keterbukaan ekonomi serta kepastian iklim investasi sektor pertanian dapat meningkatkan aspek keterjangkauan serta aksesibilitas pangan masyarakat.

Terakhir, seiring pertumbuhan ekonomi dan transformasi struktural, peran sektor pertanian dan ekonomi perdesaan memang normal mengalami penurunan. Hal ini merupakan tren yang terjadi di mana-mana seiring dengan industrialisasi dan pembangunan perkotaan.

Oleh karena itu, tetap akan ada pihak-pihak yang rentan tertinggal, misalnya buruh tani dan petani penggarap. Keterbatasan aset dan sumber daya yang dimiliki kelompok rentan ini juga menyulitkan upaya peningkatan produktivitas.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah dapat merumuskan strategi peningkatan kesejahteraan yang bertumpu pada pembangunan perdesaan dan kota-kota satelit demi meningkatkan kesempatan ekonomi, serta bantuan sosial secara terarah sebagai jaring pengaman.The Conversation

Aditya Alta, Researcher, Center for Indonesian Policy Studies dan Maria Dominika Mediana R B, Research Trainee at Center for Indonesian Policy Studies

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

48 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

58 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.