Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Australia Blokir Kedutaan Baru Rusia di Dekat Gedung Parlemen

📅 Kamis, 15 Jun 2023, 10:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
Australia Blokir Kedutaan Baru Rusia di Dekat Gedung Parlemen Doc: CNA/AP
Ket. Gedung Parlemen Australia terletak di belakang Danau Burley Griffin di Canberra, Australia, pada 24 April 2008. Pemerintah Australia berharap memperkenalkan undang-undang pada Kamis, 14 Juni 2023, untuk mencegah Rusia membangun kedutaan baru.

SYDNEY - Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan pada Kamis (14/6) pemerintahnya akan memblokir pembangunan kedutaan Rusia baru di dekat gedung parlemen negara itu, dengan alasan mengancam keamanan nasional.

Rusia saat ini memegang hak sewa untuk sebidang tanah di dekat Gedung Parlemen di ibu kota Australia Canberra, yang direncanakan untuk gedung kedutaan baru.

Albanese mengatakan, setelah menerima saran dari badan intelijen, undang-undang baru akan diperkenalkan untuk memblokir pembangunan atas dasar keamanan nasional.

"Pemerintah telah menerima nasihat keamanan yang sangat jelas mengenai risiko yang ditimbulkan oleh kehadiran (gedung) Rusia yang begitu dekat dengan Gedung Parlemen," katanya kepada wartawan.

"Kami bertindak cepat untuk memastikan lokasi sewa tidak menjadi kehadiran diplomatik formal."

Undang-undang baru, yang telah mendapatkan dukungan bipartisan, tidak menghentikan Rusia untuk memiliki jejak diplomatik di Australia, membangun kedutaannya begitu dekat dengan parlemen.

Menteri Dalam Negeri Australia Clare O'Neil menggambarkan lokasi itu "berbatasan langsung" dengan gedung parlemen.

"Masalah utama dengan usulan kedutaan Rusia kedua di Canberra adalah lokasinya," katanya.

"Pemerintah telah menerima saran keamanan nasional yang jelas bahwa ini akan menjadi ancaman bagi keamanan nasional kita dan itulah sebabnya pemerintah bertindak tegas hari ini untuk menyelesaikan masalah yang sudah berlangsung lama ini."

Albanese mengharapkan beberapa pukulan balik dari para diplomat Rusia di Australia, yang sebelumnya mengancam akan melawan kasus tersebut di pengadilan.

"Kami akan menunggu respons apa yang terjadi, tapi kami juga sudah mengantisipasi itu," katanya.

"Kami tidak berharap Rusia berada dalam posisi berbicara tentang hukum internasional, mengingat penolakan mereka terhadapnya secara konsisten dan berani dengan invasi mereka ke Ukraina."

Kedutaan Rusia sebelumnya telah menyatakan berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan, meskipun ada keberatan dari Australia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Olahraga
Ganda Campuran Indonesia Ra...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.