Masyarakat Diminta Waspadai DBD
📅 Selasa, 13 Jun 2023, 01:05 WIB | Oleh: Muhamad Ma'rup
Doc: istimewa
JAKARTA - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Imran Pambudi mengatakan nyamuk dengue makin mengganas bila berada di suhu cuaca yang tinggi. Frekuensi gigitan nyamuk penyebab penyakit demam berdarah dengue (DBD) meningkat sampai lima kali lipat saat suhu di atas 30 derajat.
"Jadi frekuensi dia menggigit itu akan meningkat 3 sampai 5 kali lipat pada saat suhunya meningkat di atas 30 derajat," ujar Imran saat konferensi pers ASEAN Dengue Day, di Jakarta, Senin (12/6).
Dia menambahkan, dilihat jumlah kasusnya dari tahun 1968, pola terjadinya kasus-kasus yang tinggi pada saat adanya El Nino. Dia meminta masyarakat semakin waspada terhadap gigitan nyamuk dengue. "Suhu udara meningkat dan ada penelitian bahwa nyamuk itu semakin ganas kalau dia berada di suhu yang panas. Tahun ini, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap DBD, pasalnya El Nino bisa terjadi kapan saja," jelasnya.
Penanganan DBD
Dia mengungkapkan, pemerintah mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dan institusi untuk mencegah terjadinya DBD, terutama dalam pemberantasan sarang nyamuk. Pemberantasan sarang nyamuk dilakukan dengan 3M plus yaitu pertama menguras dan menyikat, kedua menutup tempat penampungan air, ketiga memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas dan mencegah gigitan dan perkembangbiakan nyamuk dengue seperti menanam tumbuhan pengusir nyamuk.
Sebaiknya Anda baca juga:
Imran menekankan, pemberantasan nyamuk tidak dianjurkan dengan fogging, sebab hanya berdampak sesaat. Efeknya kadang-kadang malah merugikan kesehatan manusia dan lingkungan serta membuat nyamuk malah menjadi resisten atau kebal.
Dokter Spesialis Anak RS Cipto Mangunkusumo Mulya Rahma Karyanti, menerangkan, masa inkubasi penyakit DBD rata-rata 7 hari sejak gigitan nyamuk sampai timbul gejala. Gejala-gejala infeksi dengue yang sering terjadi adalah demam mendadak tinggi selama 2 sampai 7 hari, muka memerah, sakit kepala, mual kadang muntah, sakit perut, sakit tulang, kalau orang dewasa sering terjadi ngilu pada tulang sendi, nyeri otot.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!