Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perjanjian Trianon, Trauma Nasional Bangsa Hungaria

📅 Senin, 12 Jun 2023, 06:10 WIB | Oleh:

LamanReal Time Historymenulis, kekaisaran Hungaria dikenal multi-etnis dan multi-bahasa, dan ini juga berlaku untuk Kerajaan Hungaria. Sensus pada 1910 menunjukkan 54,4 persen dari juta penduduk Kerajaan berbicara bahasa Hungaria sebagai bahasa pertama mereka. Di beberapa daerah bahasa lain dituturkan oleh mayoritas penduduk. Bahasa lainnya adalah Jerman-Austria di barat, Slovakia di utara, Ruthenes di timur laut, Rumania di timur dan Serbia, Kroasia, dan Slovenia di selatan.

Ketika Kekaisaran runtuh dan negara-negara baru dibentuk, wilayah-wilayah ini diklaim oleh mereka yang berbahasa non-Hungaria itu. Ketika terjadi Revolusi Bolshevik terjadi pada 1917, gerakan ini menyebabkan Hungaria menjadi bagian dari Republik Soviet pada 1919. Hal ini menyebabkan serangkaian bentrokan perbatasan dan perang langsung antara Hungaria dan tetangganya, terutama Rumania.

Kekuatanententeseperti Inggris, Prancis, dan Italia, yang sering mendukung pasukan non-Hungaria dalam konflik ini, berusaha untuk mengawasi situasi. Hungaria tidak terlalu berhasil menghentikan kekerasan sehingga kendali Hungaria tidak meluas hingga wilayah yang diklaim oleh tetangganya untuk waktu yang lama.

Garis demarkasi dan garis kendali baru setelah kekacauan pada 1919 sebagian besar mengikuti klaim tetangga Hungaria. Akibatnya menempatkan komunitas besar berbahasa Hungaria di bawah kendali Cekoslowakia, Rumania, dan Yugoslavia.

Kekacauan akibat revolusi dan perang perbatasan ini terjadi selama Konferensi Perdamaian di Paris, yang seharusnya membuat perjanjian damai untuk mengakhiri Perang Besar dan menyelesaikan perbatasan.

Selanjutnya muncul negara baru Cekoslowakia telah menguasai Ceko menguasai Slovakia, atau Hungaria Hulu, dan sebagian besar bagian selatan Kerajaan Hungaria kemudian berada di bawah kendali Kerajaan Serbia, Kroasia, dan Slovenia yang baru. Di timur, beberapa provinsi, termasuk Transylvania, kini berada di bawah kendali Rumania.

Negara-negara ini ingin mempertahankan apa yang telah mereka peroleh, dan memberi beberapa argumen berbeda. Salah satunya adalah penentuan nasib sendiri etnis, karena banyak bagian tetapi tidak semua wilayah ini memiliki mayoritas non-Hungaria. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Mutasi Polri, Pejabat Divpr...
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.