Badai di Pakistan Tewaskan 27 Orang, Topan yang Lebih Parah Makin Dekat
📅 Senin, 12 Jun 2023, 16:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: CNA/AP/Rajanish Kakade
PESHAWAR- Hujan lebat yang diikuti angin kencang menewaskan sedikitnya 27 orang, termasuk delapan anak, di barat laut Pakistan, kata para pejabat, Minggu (11/6).
Badai menghantam empat distrik di provinsi Khyber Pakhtunkhwa Sabtu malam, lima anak berusia antara dua dan 11 tahun tewas.
"Setidaknya 12 orang terkubur hidup-hidup setelah atap dan dinding rumah mereka runtuh," kata Taimur Ali Khan, juru bicara otoritas penanggulangan bencana provinsi, kepada AFP.
Lebih dari 140 orang terluka dan lebih dari 200 ternak mati, katanya.
Pihak berwenang telah mengumumkan keadaan darurat di keempat distrik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, topan sedang melintasi Laut Arab menuju garis pantai Pakistan dan India, diperkirakan akan mendarat pada akhir minggu.
Pihak berwenang Pakistan mengatakan akan mulai mengevakuasi antara 8.000 dan 9.000 keluarga dari sepanjang garis pantai provinsi Sindh, termasuk di kota pelabuhan besar Karachi, rumah bagi sekitar 20 juta orang.
Tentara akan dikerahkan mulai Senin untuk membantu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Topan itu dapat membawa angin, gelombang badai, dan banjir perkotaan mulai Selasa malam saat mendekat, kata badan penanggulangan bencana, Minggu.
"Nelayan disarankan untuk tidak pergi ke laut lepas sampai sistem (cuaca) selesai pada 17 Juni," kata badan tersebut.
Di negara tetangga India, Departemen Meteorologi melaporkan pada Minggu, badai kemungkinan akan melintasi daerah Saurashtra dan Kutch di negara bagian Gujarat barat serta pantai Pakistan yang berdekatan sekitar tengah hari pada hari Kamis.
Badai kemungkinan akan mendarat menjadi "badai siklon yang sangat parah dengan kecepatan angin berkelanjutan maksimum 125 hingga 135 km per jam, berembus hingga 150 km per jam".
Para ilmuwan mengatakan perubahan iklim membuat hujan musiman semakin deras dan tidak dapat diprediksi.
Pakistan, yang memiliki populasi terbesar kelima di dunia, hanya bertanggung jawab atas 0,8 persen emisi gas rumah kaca global, tetapi menjadi salah satu negara yang paling rentan terhadap cuaca ekstrem akibat pemanasan global.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!