Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bukit Raya, Puncak Tertinggi Kedua di Kalimantan

📅 Sabtu, 10 Jun 2023, 06:10 WIB | Oleh:
Bukit Raya, Puncak Tertinggi Kedua di Kalimantan Doc: bukitbakabukitraya.org

Hutan dataran tinggi Kalimantan dapat dijumpai di sepanjang Pegunungan Schwaner di bagian tengah pulau. Di wilayah ini memiliki Bukit Raya, puncak tertinggi kedua di langit Borneo setelah Gunung Kinabalu.

Taman Nasional Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya (disingkat TNBBBR) merupakan taman nasional yang mewakili tipe ekosistem hutan hujan tropika pegunungan yang mendominasi puncak-puncak Pegunungan Schwaner. Hal ini berbeda dengan taman nasional lainnya berupa tipe hutan hujan tropika dataran rendah dengan vegetasi khas rawa gambut.

Pegunungan Schwaner adalah sebuah deretan pegunungan yang melintasi wilayah perbatasan antara provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) di Pulau Kalimantan. Pegunungan ini dinamakan Schwaner karena berasal dari nama belakang seorang ahli kealaman asal Jerman yang menjelajah Kalimantan dari Banjarmasin ke Pontianak, yakni Carl Schwaner.

TNBBBR berada di perbatasan antara Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Pegunungan Schwaner yang melaluinya menciptakan puncak-puncak. Puncak Bukit Baka dengan ketinggian 1.617 meter di atas permukaan laut (mdpl), puncak Gunung Bukit Asing (1.750 m dpl), Bukit Melabanbun (1.850 mdpl), Bukit Panjing (1.620 mdpl), Bukit Panjake (1.450 mdpl), dan Bukit Lesung (1.600 mdpl).

Dari beberapa puncak itu terdapat puncak tertinggi di Pegunungan Schwaner yaitu Bukit Raya dengan ketinggian 2.278 mdpl. Puncak ini sekaligus menjadi puncak tertinggi di Kalimantan bagian dari Indonesia. Sebab puncak tertinggi di Pulau Kalimantan adalah Gunung Kinabalu di Negara Bagian Sabah, Malaysia dengan ketinggian 4.095 mdpl.

Nama Bukit Raya yang dijadikan nama kapal Pelni dengan nama KM Bukit Raya, kini merupakan merupakan gabungan dari Cagar Alam Bukit Baka di Kalimantan Barat dan Cagar Alam Bukit Raya di Kalimantan Tengah. Penetapan kawasan TNBBBR melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: 281/Kpts-II/1992, tanggal 26 Februari 1992 dengan luas 181.090 hektare.

Berada di perbatasan di dua provinsi kawasan TNBBBR memiliki peranan penting dalam fungsi hidrologis sebagai catchment area bagi Daerah Aliran Sungai Melawi di Kalimantan Barat dan Daerah Aliran Sungai Katingan di Kalimantan Tengah. Pegunungan itu menjadi hulu bagi bagi berbagai sungai tersebut.

Bagi para pendaki pemandangan alam dari Puncak Bukit Raya berbeda dengan pegunungan lain. Dari puncak akan terlihat hutan belantara Kalimantan yang masih perawan tersaji indah dengan sempurna. Itulah mengapa perjalanan menuju puncak Bukit Raya begitu diminati meski perjalanan menuju ke titik pendakian di Desa Rantau Malam penuh perjuangan.

Laman TNBBBR menyebutkan puncak Bukit Raya, puncak tertinggi di Kalimantan yang dinobatkan oleh kalangan pendaki sebagai salah satu dari The Seven Summits of Indonesia. Tempat ini wajib dikunjungi oleh para pendaki profesional dan onlookers, yang haus akan tantangan dan petualangan hutan tropis Kalimantan.

Panjang jalur pendakian 24,7 kilometer dari jalur Rantau Malam, Provinsi Kalimantan Barat (6 hari pulang-pergi). Sedangkan jalur Tumbang Habangoi, Provinsi Kalimantan Tengah dengan panjang 16,9 kilometer (7 hari pulang-pergi) dan oleh karenanya pendaki harus mempersiapkan fisik dan mental.

Sepanjang perjalanan menuju puncak Bukit Raya akan dimanjakan dengan panorama lanskap Pegunungan Schwaner yang megah, atraksi satwa liar, dan berbagai jenis tumbuhan hias akan dijumpai di sepanjang jalur pendakian.

Di sini bisa dijumpai berbagai macam tipe ekosistem bagian ekosistem hutan ekosistem hutan pegunungan bawah hingga ekosistem pegunungan atas yang masing-masing memiliki keunikan dan kekhasan sendiri.

Pada ketinggian diatas 2.000 mdpl, akan dijumpai tumbuhan lumut seperti Nepenthes ephippiata, Rhododendron fortunans, dan Rhododendron mogeanum yang merupakan tumbuhan endemik Bukit Raya. Di puncak juga terdapat situs Tajahan, rumah kecil yang dijadikan sebagai tempat ritual adat oleh masyarakat lokal setempat untuk memohon dikabulkan hajatnya.

TNBBBR merupakan rumah bagi 817 jenis tumbuhan yang termasuk dalam 139 famili di antaranya Dipterocarpaceae, Myrtaceae, Sapotaceae, Euphorbiaceae, Lauraceae, dan Ericaceae. Terdapat juga tumbuhan obat-obatan, anggrek hutan, bunga Rafflesia (Rafflesia sp) yang merupakan tumbuhan parasit terbesar yang juga tumbuh di Gunung Kinabalu, Malaysia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

13 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.