Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Terkait Penipuan Bermodus Pengangkatan ASN

📅 Kamis, 08 Jun 2023, 22:46 WIB | Oleh:
Terkait Penipuan Bermodus Pengangkatan ASN Doc: Koran Jakarta/M. Fachri
Ket. Anggota Komisi II DPR Riyanta memberikan keterangan kepada wartawan usai mengikuti Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat dengan Menteri RB, Kepala BKN, KASN, LAN, ANRI, ORI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (7/6).

JAKARTA - Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PDIP Riyanta mengimbau para tenaga honorer berhati-hati terhadap penipuan, dengan modus menjanjikan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Menurut pengalamannya, selama ini banyak oknum yang mengatasnamakan pejabat pembina kepegawaian daerah untuk melakukan penipuan terhadap para tenaga honorer.

"Sebab itu saya mengimbau kepada warga masyarakat untuk lebih berhati hati kepada oknum-oknum daerah atau oknum yang mengatasnamakan pejabat pembina kepegawaian daerah yang menawarkan untuk masuk tenaga kontrak dengan membayar sejumlah uang," kata Riyanta kepada wartawan di Jakarta, Rabu (7/6/2023).

Riyanta mengungkapkan, dirinya pernah melaporkan oknum yang melakukan penipuan dengan modus tersebut.

"Beberapa daerah di dapil saya itu yamg berkaitan dengan penipuan itu sudah saya laporkan kepada penegak hukum dan beberapa sudah divonis," ujar legislator Dapil Jateng III meliputi Kabupaten Blora, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Pati, dan Kabupaten Rembang ini. "Termasuk beberapa waktu lalu tapi kejadiannya ini sudah sekitar 10-12 tahun lalu, di dapil saya pelakunya itu oramg dari Garut Jawa Barat," imbuhnya.

Oleh karena itu, Riyanta mendorong revisi UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara mengatur sanksi pidana bagi oknum yang melakukan pelanggatan terhadap ketentuan yang sudah ada. "Karena ini dampaknya berkaitan dengan tenaga honor, ini berkaitan dengan keuangan negara, keuangan daerah," ucapnya.

Minta Jutaan Tenaga Honor Tidak Cemas

Ketua Umum Gerakan Jalan Lurus itu juga meminta agar jutaan tenaga honor tidak cemas dengan aturan yang akan berlaku pada November 2023.Di mana, pemerintah akan menghapus tenaga honorer yang ada di seluruh instansi pemerintahan.

Riyanta meyakini pemerintah bersama DPR akan menyelesaikan permasalahan tenaga honor tersebut secara kemanusiaan.

"Kepada kawan-kawan tenaga honor untuk bersabar tidak usah cemas karena seperti yang saya sampaikan kalian akan dimanusiakan," ucapnya. "Jadi intinya tidak akan ada PHK, kemungkinannya bisa diangkat menjadi tenaga PPPK," imbuhnya.

Riyanta menambahkan, saat ini DPR dan pemerintah bersepakat merevisi UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Dia mendorong agar pemerintah juga bisa mencari solusi permasalahan tenaga honorer, dalam revisi UU 5/2014. "Mestinya kalau bicara perundang undangan harusnya sebelum itu revisi UU 5 tahun 2014. Kalau diselesaikan dengan perppu enggak genting kok, karena ini amanat UU," tandasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.