Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengagetkan, Ini Modus Pemandu Wisata Residivis Edarkan Sabu di Denpasar

📅 Kamis, 08 Jun 2023, 00:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mengagetkan, Ini Modus Pemandu Wisata Residivis Edarkan Sabu di Denpasar Doc: ANTARA/Rolandus Nampu
Ket. Kapolsek Denpasar Selatan AKP Ida Ayu Made Kalpika Sari didampingi Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polresta Denpasar AKP Ketut Sukadi (kedua kanan) dan unit Reskrim Polsek Kuta menunjukkan barang bukti dan tersangka pengedar narkotika jenis sabu, di Denpasar, Bali, Rabu (7/6/2023).

Denpasar - Mengagetkan, Kepolisian Sektor (Polsek) Denpasar Selatan mengungkap modus seorang pemandu wisata paruh waktu (freelance tour guide) yang juga residivisLilik Budianto (51) dalammengedarkan narkotika jenis sabudi Kota Denpasar, Bali.

"Pelaku menjadi perantara jual beli narkotikajenis sabu dengan cara menempel dan diletakkan di lokasi yang telah ditentukan oleh seseorang yang diketahui bernamasang bos," kata Kapolsek Denpasar Selatan AKP Ida Ayu Made Kalpika Sari di Denpasar, Rabu.

Kalpika mengatakan mulanya saat mengedarkan narkotika Jumat (2/6) di Jalan Pulau Roti, Gang Beruang, KelurahanSesetan, tersangka dilaporkan oleh masyarakat karena gerak-gerik pelaku yang mencurigakan warga setempat.

"Saat diamankan petugas menemukan barang bukti sabu seberat 26,76 gram, tas kresek yang digunakan untuk membungkus barang tersebut,handphone yang digunakan untuk berkomunikasi dengansang bos,sertasepeda motor yang digunakan," kata Kalpika.

Setelah diperiksa oleh penyidik, menurut Kalpika, tersangka LB juga pernah menjalani hukuman di Lembaga PemasyarakatanKerobokan Badung, Bali, berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Denpasar pada tahun 2012 atas perkarayang sama yakni mengedarkan narkotika dan ditangkap petugas.???????

Kalpikamengatakandalam menjalankan aksinya, tersangkamendapatkan upah Rp100.000 sekali tempel, setelah menerima pesan darisang bosmelalui media penyampaian pesanWhatsApp.Kemudian pelaku tersebut meninggalkan barang narkotika di tempat yang disepakati bersama dengan pelanggan.

"Pada awalnya, ada 24 paket yang hendak diedarkan di beberapa tempat di daerah Denpasar dan Badung. Jadi tersangka ditelpon olehsang bospada 1 Juni 2023. Di sana tersangka disuruh mengambil paket sabu sebanyak 24 paket," kata Kalpika.

Usai mengambil sabu di Jalan Pulau Galang, Pemogan, esok harinya Jumat (2/6/2023) sekitar pukul 06.30 Wita, ia mendapatkan pesan melaluiWhatsAppdarisang bosyang memerintahkan untuk menempel 24 paket sabu ke suatu lokasi yang telah ditentukan di seputaran Jalan Kerobokan, Jalan Pedungan dan Sesetan.???????

Sampai dengan pukul 11.00 Wita, kata Kalpika, pelaku LBtelah menempel paket sabu di belasan titik lokasi. Namun, saat akan menempel sabu di Jalan Pulau Roti, Gang Beruang, Sesetan, LB diciduk petugas Polsek Denpasar Selatan berkat laporan masyarakat yang mencurigai gerak-gerik pelaku itu.

"Ketika dilakukan penggeledahan, dari dalam tas tersangka ditemukan bungkusan kresek dan tujuh paket sabu siap edar.Saat diperiksa petugas, pelaku mengaku telah lima kali menjalankan profesi sebagai tukang tempel sabu," ujar Kalpika.

Atas perbuatannya tersebut, menurut dia, tersangka LB dijerat Pasal 114 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan pidana hukuman penjara paling minimalenam tahun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Nasional
55 Juta Warga Pantura Teran...
Advertisement
Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.