Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cuaca Buruk, BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia 6-7 Juni

📅 Selasa, 06 Jun 2023, 09:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cuaca Buruk, BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia 6-7 Juni Doc: ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas
Ket. Ombak besar di pesisir pantai Bagedur, Lebak, Banten, Jumat (30/10/2020).

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan gelombang tinggi hingga empat meter berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia pada 6-7 Juni 2023.

Kepala Pusat Meteorologi Maritim, BMKG, Eko Prasetyo di Jakarta, Selasa (6/6), mengatakan pola angin menjadi salah satu yang menyebabkan terjadinya peluang peningkatan gelombang tinggi.

Ia mengemukakan pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari tenggara-barat daya dengan kecepatan angin berkisar 5-25 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari timur-tenggara dengan kecepatan angin berkisar 7-25 knot.

"Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan utara Sabang, perairan selatan Jawa, Selat Sunda bagian selatan, Laut Jawa, Laut Banda, dan Laut Arafuru," paparnya.

Kondisi ini, lanjutnya, menyebabkan terjadinya peluang peningkatan gelombang setinggi 1,25-2,5 meter di Selat Malaka bagian utara, perairan barat Aceh, perairan barat P. Simeulue-Kep. Nias, perairan selatan Bali-Sumbawa, Selat Bali-Lombok-Alas bagian selatan, perairan selatan P. Sumba, perairan P. Sawu-Kupang-P. Rotte, Laut Sawu bagian selatan, Selat Sape bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, Samudra Hindia Selatan NTT, Laut Natuna Utara.

Selanjutnya, Laut Jawa bagian tengah dan timur, perairan selatan Kalimantan, Laut Bali, Selat Makassar bagian tengah dan selatan, perairan Kep. Sabalana-Kep. Selayar, Laut Sumbawa, perairan Wakatobi, Laut Flores bagian timur, perairan Manui-Kendari, perairan selatan Sulawesi Utara, dan perairan Bitung-Likupang.

Selain itu, juga berpotensi terjadi di perairan Kep. Sitaro, perairan Kep. Sangihe-Kep. Talaud, Laut Maluku, perairan P. Obi, Laut Halmahera, perairan Kep. Banggai-Kep. Sula, Laut Banda, perairan P. Buru-P. Seram-P. Ambon, Laut Seram, perairan selatan Kep. Sermata-Kep. Tanimbar, perairan selatan Kep. Kai-Kep. Aru, Laut Arafuru, perairan utara Jayapura, Samudra Pasifik Utara Halmahera, serta Samudra Pasifik Utara Papua.

Untuk gelombang lebih tinggi di kisaran 2,5-4 meter berpeluang terjadi di perairan utara Sabang, perairan barat Kep. Mentawai, perairan Bengkulu, perairan barat Lampung, Samudra Hindia Barat Sumatra, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Banten-Jawa Timur, dan Samudra Hindia Selatan Banten-NTB.

"Perlu diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Final Ideal Piala AFF, Vietnam Bersiap Ngluruk ke Thailand
    Preview komentar:
    skuad "gajah perang" sepertinya unggul, mrk diuntungkan sbg ...
  • Airlangga: Indonesia Prioritaskan Transformasi Industri Berbasis Tenaga Surya
    Preview komentar:
    Langkah strategis pemerintah menargetkan 100 GW tenaga surya ...
  • Badan Pangan Nasional Usul Tambahan 150 Ribu Ton SPHP Jagung Perkuat Peternak Mikro
    Preview komentar:
    Kebijakan strategis Bapanas mengusulkan tambahan 150 ribu ton ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Advertisement
hut ri 81
Daerah
Pengasuh Panti di Surabaya ...

PT KAI Targetkan 1,4 Miliar Pelanggan per Tahun

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
PT KAI Targetkan 1,4 Miliar...
Advertisement
hut ri 81
Menteri Keuangan: Pembatasan Subsidi BBM untuk Desil 10 Bisa Hemat Anggaran 10 Persen

Menteri Keuangan: Pembatasan Subsidi BBM untuk Desil 10 Bisa Hemat Anggaran 10 Persen

20 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.