Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pelaksanaan Episode Merdeka Belajar Fokus Peningkatan Kualitas

📅 Jumat, 02 Jun 2023, 01:05 WIB | Oleh:
Pelaksanaan Episode Merdeka Belajar Fokus Peningkatan Kualitas Doc: istimewa
Ket. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim.

JAKARTA - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, memastikan pelaksanaan episode Merdeka Belajar akan berfokus pada peningkatan kualitas pada tahun 2023 dan 2024. Adapun saat ini sudah ada 24 episode Merdeka Belajar yang berisi berbagai transformasi di bidang pendidikan.

"Kami lebih penting memperkuat episode yang sudah ada dan membuat program kita skalanya lebih besar," ujar Nadiem, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi X DPR RI, di Jakarta, Rabu (31/3).

Dia menyebut masih akan ada peluncuran beberapa episode Merdeka Belajar, tapi tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya. Dijelaskannya, arah kebijakan tahun 2024 merupakan kelanjutan dari program-program prioritas tahun 2023 seperti optimalisasi angka partisipasi pendidikan, perguruan tinggi, riset, dan inovasi, tata kelola pendidikan dan kebudayaan, kualitas relevansi pendidikan, serta pemajuan dan pelestarian bahasa dan kebudayaan.

"Saatnya kita konsolidasi ini tahun terakhir untuk memperkuat program-program kita," tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek, Suharti, mengatakan pihaknya telah mengusulkan kebutuhan anggaran 2024 kepada Kementerian Keuangan dan Kementerian PPN/Bappenas. Adapun jumlahnya sebesar 95.32 triliun rupiah.

Dia menuturkan, pihaknya memerlukan anggaran memadai untuk pelaksanaan program. Dari total anggaran yang diajukan, Alokasi Pagu Indikatif Kemendikbudristek sebesar 81.78 triliun rupiah.

Tambahan Anggaran

Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda, mendukung Kemendikbudristek untuk memperoleh tambahan pagu anggaran di tahun depan. Pasalnya, Kemendikbudristek sebagai tulang punggung pelaksanaan fungsi pendidikan harus mendapat dukungan anggaran yang cukup.

"Ini menjadi ruang meyakinkan banyak pihak agar mandatory spending pendidikan sebesar 20 persen dari APBN kita semestinya, setengahnya paling tidak dikelola oleh Kemendikbudristek," katanya.

Anggota Komisi X DPR RI Ledia Hanifa juga mempertanyakan komitmen pemerintah dalam memajukan pendidikan di Indonesia.

Menurutnya, Kementerian Keuangan memiliki cukup anggaran untuk menambah pagu anggaran kepada Kemendikbudristek mengingat anggaran fungsi pendidikan saat ini meningkat lebih dari 600 triliun rupiah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.