Hati-hati, Banyak Anak Muda Terlilit Utang 'Paylater', Dampaknya Bisa Bahaya!
📅 Jumat, 02 Jun 2023, 11:02 WIB | Oleh: Tim Penulis"..proses-proses kapitalisme yang membuat pembiayaan konsumen semakin mudah, sementara pengeluaran pemerintah untuk perumahan, kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan dikurangi."
Seiring perkembangan, utang memang mesti dipahami juga sebagai isu politik dan moral - yang sering kali memperlebar kesenjangan dan ketidakadilan di masyarakat, terutama di negara berkembang.
Isu ini juga berkaitan dengan fenomena "precarity" yang semakin gencar dalam dunia anak muda. Ini merujuk pada aspek kerentanan, kesulitan, hingga mencakup lingkungan dan karakter kerja yang makin tidak mendukung kestabilan finansial. Ini, pada gilirannya, akan melahirkan kelas prekariat (precarious-proletariat) yang bekerja dalam kondisi yang penuh ketidakpastian.
Dampak psikologis utang
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain bergumul dengan persoalan kerentanan tadi, persoalan anak muda dan utang pun menyebabkan dampak psikologis.
Riset dari Australia tersebut juga mendata beberapa gejala kejiwaan yang dialami mereka yang terjerat utang. Beberapa di antaranya adalah gangguan kecemasan (anxiety), rasa malu, rasa tidak berdaya (helplessness), isolasi diri, stres, sakit perut yang ditimbulkan oleh kondisi mental (psikosomatis), masalah tidur, konflik dengan keluarga, hingga ide bunuh diri.
Ironisnya, dalam pandangan para peneliti, individu yang berutang seringkali menuai "moralisasi" (penilaian moral) dari masyarakat sebagai individu yang "bersalah" karena lalai dalam mengelola keuangannya. Padahal, itu tidak sepenuhnya benar - ada jaringan sebab akibat yang lebih rumit dari itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Masih di riset yang sama, stigmatisasi tersebut dianggap ikut berkontribusi membuat mereka yang terlilit utang menjadi menarik diri secara sosial - ini semakin mengancam kesehatan psikologis mereka. Studi kasus terkait utang dan dampak psikologis pada anak muda (18-28 tahun) di Amerika juga mengamini hal tersebut.
Dampak negatif yang signifikan ini membuat isu utang anak muda menjadi topik yang perlu diteliti lebih jauh lagi.![]()
Muhammad Naufal Waliyuddin, Researcher of Youth and Religious Studies. Doctoral candidate in Islamic studies, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!