Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kecam Korut, Korsel Sebut Peluncuran Roket Langgar Resolusi PBB

📅 Rabu, 31 Mei 2023, 16:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kecam Korut, Korsel Sebut Peluncuran Roket Langgar Resolusi PBB Doc: ANTARA/KCNA/Kyodo
Ket. Arsip - Rudal balistik antarbenua Hwasong-17 diluncurkan dari Bandara Internasional Pyongyang pada 16 Maret 2023.

SEOUL - Dewan Keamanan Nasional (NSC) Korea Selatan pada Rabu (31/5) mengecam peluncuran roket Korea Utara sebagai pelanggaran berat terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB dan provokasi serius yang mengancam perdamaian di Semenanjung Korea dan sekitarnya, kata kantor kepresidenan.

Kantor kepresidenan Korsel mengadakan pertemuan komite darurat NSC yang dipimpin oleh Penasihat Keamanan Nasional Cho Tae-yong guna membahas "peluncuran rudal balistik jarak jauh Korut dengan dalih satelit," kata mereka dalam sebuah pernyataan.

Korut menembakkan roket pada sekitar pukul 6.30 waktu setempat, menurut militer Korsel, melanjutkan peluncuran yang katanya akan dilakukan antara 31 Mei dan 11 Juni. Korut kemudian mengakui kegagalan dalam peluncuran tersebut, dan berjanji untuk mencoba lagi secepat mungkin.

"Anggota komite tetap NSC menegaskan bahwa peluncuran tersebut, terlepas dari keberhasilan atau kegagalannya, merupakan pelanggaran berat terhadap resolusi DK PBB dan provokasi serius yang mengancam perdamaian dan keselamatan di Semenanjung Korea dan masyarakat internasional, serta mengecam hal ini," menurut pernyataan tersebut.

"Selain itu, para peserta setuju untuk menjaga postur koordinasi dengan sekutu dan negara-negara sahabat sembari terus memantau dengan hati-hati kemungkinan peluncuran lanjutan Korut," menurut pernyataan itu lebih lanjut.

Pertemuan NSC dihadiri oleh Menteri Unifikasi Kwon Young-se, Menteri Pertahanan Lee Jong-sup dan Direktur Badan Intelijen Nasional Kim Kyou-hyun, dan didahului dengan pertemuan untuk menilai situasi keamanan.

Sebelumnya, kantor kepresidenan menyatakan Presiden Yoon Suk Yeol diberi pengarahan sesaat setelah peluncuran dan terus diberi informasi terbaru secara langsung.

Kepala Staf Gabungan mengatakan proyektil tersebut jatuh ke perairan sekitar 200 kilometer bagian barat Pulau Eocheong di barat daya Korsel setelah peluncuran tersebut mengalami penerbangan yang "tidak normal".

Badan antariksa Korut kemudian mengakui bahwa roket yang membawa satelit pengintaian militer jatuh ke Laut Kuning karena kerusakan mesin dan mereka berencana untuk melakukan peluncuran lanjutan dalam waktu dekat, menurut Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) Korut.

Peluncuran berikutnya dapat dilakukan dalam waktu yang ditentukan oleh Korut, kata seorang pejabat kepresidenan kepada Kantor Berita Yonhap.

"Kami siap dengan kemungkinan tersebut," kata pejabat itu.

Presiden Yoon sepakat dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida pada pertemuan trilateral pada November untuk berbagi data peringatan rudal secara langsung guna mengatasi ancaman program nuklir dan rudal Korut yang terus berkembang.

Sistem peringatan itu tidak diaktifkan pada Rabu tetapi kemungkinan akan beroperasi setelah koordinasi di antara otoritas militer ketiga negara bulan depan, kata pejabat itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Rano karno Buka Jakarta Financial Festival Blok M Square

27 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

40 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

41 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
Megapolitan
Waoooww….Warga Bandung ak...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.