Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

“AI' Bisa Sebarkan Kebohongan Tanpa Pembatas

📅 Senin, 29 Mei 2023, 02:40 WIB | Oleh:
“AI' Bisa Sebarkan Kebohongan Tanpa Pembatas Doc: AFP/JAM STA ROSA
Ket. Maria Ressa

SINGAPURA - Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) secara eksponensial bisa memperbesar ketakutan, kemarahan, dan kebencian yang telah digunakan media sosial sebagai senjata. Hal itu diutarakan oleh jurnalis dan peraih Nobel Maria Ressa kepada kantor berita Straits Times pada Sabtu (27/5).

Ressa juga mengatakan bahwa iterasi pertama AI, seperti yang terlihat dalam program pembelajaran mesin, dimaksudkan untuk membuat pengguna kecanduan menelusuri media sosial, sehingga perusahaan seperti Facebook dan Twitter dapat menghasilkan lebih banyak uang dari iklan yang ditargetkan dan data yang diambil.

"Tapi apa yang dipelajari program ini adalah bahwa kebohongan dan itu menyebar enam kali lebih cepat daripada fakta yang sebenarnya dan membosankan," ucap Ressa seraya menambahkan bahwa algoritma yang menggerakkan platform media sosial akan terus menghasilkan kebohongan.

"Apa yang terjadi pada Anda adalah semua itu menjebak Anda pada lumpur beracun seperti ketakutan, kemarahan, kebencian, dan ketika Anda berbohong jutaan kali, itu menjadi fakta," tutur Ressa.

Dan semua ini, kata dia, telah membantu para pemimpin populis dan otokratis naik ke tampuk kekuasaan.

Ressa pun menambahkan bahwa dampaknya melampaui politik, mengutip laporan yang dikeluarkan oleh Kepala Badan Kesehatan Masyarakat Amerika Serikat (AS), Vivek Murthy, pada Selasa (23/5) lalu, menunjukkan semakin banyak bukti bahwa penggunaan media sosial dapat membahayakan anak-anak secara serius.

Murthy mengatakan bahwa meskipun media sosial dapat membantu anak-anak dan remaja menemukan komunitas untuk terhubung, namun media sosial juga berisi konten ekstrem, tidak pantas, dan berbahaya, yang dapat menormalkan tindakan menyakiti diri sendiri dan bunuh diri.

Harus Dikendalikan

Ressa juga mengatakan bahwa generasi baru AI yaitu chatbot seperti ChatGPT, dibuat oleh OpenAI yang didanai Microsoft, dan Bard Google, akan menyebarkan kebohongan lebih cepat, lebih luas, dan lebih akrab di telinga jika mereka dibiarkan lepas "ke alam liar" tanpa pagar pembatas.

"Ini seperti open-sourcing Proyek Manhattan," kata dia, mengacu pada penelitian yang mengarah pada pengembangan bom atom di masa lalu. "Semua ini seperti melepaskan sesuatu yang berbahaya seperti fisi nuklir ke tangan orang yang tidak memiliki pagar pembatas," imbuh dia.

"Penggunaan AI yang salah juga akan memungkinkan 'aktor jahat' untuk memicu lebih banyak kebencian dan kekerasan daring yang dapat menyebar ke dunia nyata, memperindah resume para lalim, dan menyajikan lebih banyak lagi iklan invasif bertarget mikro," demikian peringatan Ressa.

Ressa pun mengatakan bahwa kepala eksekutif OpenAI sendiri, Sam Altman, telah memberi tahu anggota parlemen AS tentang betapa berbahayanya AI. Oleh karena itu Ressa mengatakan bahwa AI harus dikendalikan, bersama dengan sektor teknologi lainnya.

"Masalah dengan teknologi ini adalah saat digunakan untuk meraup keuntungan dan itulah yang harus kita hentikan. Di sinilah pemerintah perlu masuk dan melindungi warganya," pungkas dia. SB/ST/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Perubahan Cuaca Benarkah Dapat Mengakibatkan Infeksi?

33 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

41 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

51 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...

Dua Petenis Terus Bersaing Menuju Nomor Satu Dunia

56 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...
Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...
Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...
Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.