Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah Guru Jabodetabek
📅 Sabtu, 27 Mei 2023, 05:21 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ANTARA/HO: Humas UI
TANGERANG - Para guru Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) mendapat pelatihan untuk penulisan dan publikasi artikel ilmiah. Pelatihan diberikan dalam rangka program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI) untuk kegiatan pengabdian masyarakat (pengmas).
Pengabdian masyarakat bertajuk "Pelatihan Kiat Menulis dan Publikasi Artikel Ilmiah bagi Guru SMA/SMK/Sederajat" ini diadakan di Auditorium Vokasi UI, Jumat (26/5). Manajer Riset dan Pengabdian Masyarakat Vokasi Universitas Indonesia, Ari Nurfikri, dalam keterangannya mengatakan kegiatan tersebut diinisiasi guna mendorong lahirnya berbagai karya ilmiah dari para guru.
Pelatihan yang diikuti lebih dari 90 guru Jabodetabek ini bertujuan meningkatkan kompetensi para pendidik. Sebagai pemateri, dosen Program Studi Akuntansi, Heri Yuliyanto, menjelaskan beberapa manfaat penulisan artikel ilmiah. Pertama, melatih pengembangan keterampilan membaca yang efektif.
Kedua, melatih penggabungan hasil bacaan dari berbagai sumber. Ketiga, memperkenalkan pada aktivitas kepustakaan. Keempat, meningkatkan pengorganisasian fakta atau data secara jelas dan sistematis, serta memperoleh kepuasan intelektual. Selain itu, dia juga memberikan sejumlah tips dalam membuat karya tulis ilmiah.
Hal pertama yang harus dilakukan adalah memilih topik artikel ilmiah dan menentukan judul yang menarik. Untuk memperkaya tulisan, dia menyarankan agar penulis memperbanyak membaca referensi serta mengikuti pedoman penulisan artikel-manuskrip. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah menghindari plagiarisme dan berkolaborasi dalam penulisan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dosen Program Studi Produksi Media sekaligus Editor in Chief Jurnal Sosial Humaniora Terapan, Nailul Mona, yang ikut dalam program pengabdian masyarakat menyatakan setiap guru dapat melakukan publikasi ilmiah di jurnal yang disediakan Vokasi UI sesuai dengan bidang masing-masing.
Bagi guru yang baru pertama kali ingin melakukan publikasi ilmiah, Mona menyarankan agar guru mencari tahu tujuan dan lingkup yang ingin ditulis terlebih dahulu. Kemudian, mereka dapat mengikuti template atau selingkung dari masing-masing jurnal. Selanjutnya, ikuti panduan persiapan dari jurnal yang ingin dituju.
Yogi Setiawan, salah seorang guru dari SMA Hang Tuah 1 Jakarta, menyampaikan sangat berterima kasih kepada Vokasi UI yang sudah menyelenggarakan kegiatan ini. "Banyak hal yang kami terima mengenai cara menulis artikel ilmiah dan publikasinya," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pameran Buku
Sementara itu, di tengah banyak toko buku tutup, Presiden Direktur Big Bad Wolf, Uli Silalahi, mengungkapkan ternyata peminat buku di Indonesia masih cukup banyak. "Kalau minat baca menurun kayaknya mesti saya cek lagi ya. Karena kita lihat dari kemarin animo yang datang ke pameran buku cukup banyak," ungkap Uli di pameran buku Big Bad Wolf Books, ICE BSD, Tangerang Selatan, Jumat.
Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkanpeminat buku masih banyak berdatangan ke pameran. Misalnya di Big Bad Wolf, pengunjung bebas membuka bungkus buku dan melihat isinya. "Kalau saya bilang di toko buku mungkin kurang variatif pilihannya. Jadi, kalau dikasih variasi dengan harga terjangkau, mungkin peminatnya banyak," tambahnya.
Uli menuturkan seluruh masyarakat juga masih perlu sama-sama meningkatkan minat baca Indonesia terutama anak-anak. Misalnya, dengan menanamkan pola pikir bahwa membaca buku adalahbagian dari gaya hidup. Dengan pola pikir demikian, akan semakin banyak masyarakat gemar membaca.
Dia menyarankan di sekolah-sekolah wajib membaca buku. Contohnya seperti di Singapura, membaca masuk kurikulum. Jadi kalau mau ujian, mereka harus lapor sudah baca buku berapa dan menjelaskan satu-satu. Bukunya tidak ditentukan, bebas.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!