Pasokan CPP Terus Diperkuat
📅 Jumat, 26 Mei 2023, 08:28 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) atau National Food Agency (NFA) membangun kolaborasi dengan Holding BUMN Pangan ID FOOD untuk mendorong peningkatan pasokan beras untuk Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Adapun kerja sama itu melalui pengembangan demonstrasi area untuk penguatan cadangan pangan. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara kedua belah pihak pada, Rabu (24/5), di Jakarta.
Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, mengatakan kerja sama ini untuk membangun dan mewujudkan pola pertanian yang efisien, presisi, serta bernilai tambah melalui produktivitas padi yang tinggi. "Kerja sama demonstrasi area penanaman benih unggul ini disiapkan sebagai pilot project yang ke depannya akan dikembangkan dalam skala budi daya yang lebih besar melalui pola kemitraan dengan para petani," ujarnya.
Arief mengatakan demonstrasi area penanaman tersebut dilaksanakan di lahan pertanian dengan luas sekitar 47,25 ha milik PT Sang Hyang Seri (SHS), Anak Perusahaan ID FOOD, yang berlokasi di Sukamandi, Subang. "Dalam pelaksanaanya, NFA bertugas melakukan pengawalan inovasi dan teknologi," ujarnya.
Arief menargetkan uji coba ini memberikan hasil yang signifikan dengan rata-rata produktivitas sekitar 8 ton per ha. "Pola budi daya terbaik nantinya akan dikembangkan secara lebih masif baik di lahan SHS seluas 3.200 ha di Sukamandi maupun di seluruh Indonesia melalui pola kemitraan dengan para petani," terangnya.
Dia juga mendorong implementasi pembudidayaan ini dapat diintegrasikan dengan program Makmur yang merupakan program penguatan ekosistem pertanian terintegrasi yang digagas Kementerian BUMN. Dia berharap kerja sama yang masif dalam pengembangan demonstrasi area untuk penguatan cadangan pangan ini dapat berjalan secara komprehensif, sehingga produktivitas padi yang dihasilkan bisa menjawab tantangan penyediaan CPP untuk komoditas beras.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kemitraan Agribisnis
Lebih lanjut, dia meyakini kerja sama ini merepresentasikan closed loop pertanian yang baik melalui pola kemitraan agribisnis hulu-hilir dengan ekosistem yang terintegrasi. Ini juga sebagai wahana bagi pengembangan teknik pertanian yang inovatif, dengan fokus pada efisiensi sumber daya, penggunaan teknologi modern, dan praktik pertanian yang berkelanjutan.
"Dengan kerja sama yang baik bersama kementerian/ lembaga terkait, di antaranya bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan BUMN, kita sudah siapkan aspek pendukungnya dari mulai pupuk, teknologi, teknik budi daya, sistem logistik, serta jaminan pasar atau off taker-nya," ungkapnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan model seperti ini, Arief berharap penguatan stok pangan menghadapi krisis pangan khususnya beras dapat memberikan dampak positif bagi ketahanan pangan nasional sebagaimana ditekankan Presiden Joko Widodo dalam berbagai kesempatan.
Direktur Utama ID FOOD, Frans Marganda Tambunan, mendorong SHS untuk mengerahkan segala potensi yang ada sehingga kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi upaya peningkatan kesejahteraan petani serta kemajuan industri pangan nasional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!