Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hadapi Perubahan Iklim, Bank Dunia Desak Anggotanya Tambah Modal

📅 Kamis, 25 Mei 2023, 01:03 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Hadapi Perubahan Iklim, Bank Dunia Desak Anggotanya Tambah Modal Doc: ISTIMEWA
Ket. Direktur Pelaksana Operasi Bank Dunia, Anna Bjerde

MANILA - Bank Dunia akan mendesak negara-negara anggotanya untuk meningkatkan modal baru sehingga bisa meningkatkan hibah dan pinjaman dalam merespon perubahan iklim dan krisis global lainnya.

Direktur Pelaksana Operasi Bank Dunia, Anna Bjerde dalam sebuah wawancara pada Selasa (23/5) mengatakan lembaga tersebut juga akan menggalang dukungan donor sebagai fasilitas krisis buat negara-negara termiskin di dunia yang menghadapi krisis global serta terdampak perubahan iklim yang parah.

"Kami berharap benar-benar memiliki minat yang sangat kuat untuk mendanai ini pada akhir tahun," kata Bjerde.

Fasilitas itu berada di bawah Asosiasi Pembangunan Internasional (IDA), dana Bank Dunia untuk negara-negara termiskin.

Dikatakan, Covid-19 telah mendorong banyak negara miskin ke dalam kesulitan utang karena mereka dipaksa terus membayar kewajiban mereka meskipun terjadi guncangan besar pada sektor keuangannya.

Bjerde mengharapkan kemajuan besar dalam menarik minat fasilitas tersebut terjadi pada pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia di Maroko pada Oktober mendatang.

"Kita benar-benar perlu mendapatkan hibah dari negara-negara maju dan berpenghasilan tinggi, negara kaya, untuk memberikan transfer sumber daya ke negara berpenghasilan rendah," katanya.

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen pada April lalu mengatakan langkah selanjutnya yang harus diambil Bank Dunia adalah perubahan potensial untuk memungkinkan sektor swasta bank dan unit pinjaman negara miskin untuk meminjamkan kepada entitas sub-negara seperti kota dan otoritas regional.

Pinjaman sub-nasional, kata Bjerde, adalah sesuatu yang ingin dieksplorasi lebih lanjut oleh Bank Dunia. "Ini perlu menjadi bagian dari perangkat dan solusi, karena kita perlu bekerja sama dengan pemerintah nasional dan pemerintah daerah untuk dapat mengatasi beberapa kebutuhan mendesak dan prioritas mendesak ini," kata Bjerde.

Semakin Terbebani

Menanggapi pernyataan Bank Dunia itu, pengamat ekonomi dari Universitas Katolik Atmajaya Jakarta, Yohanes B. Suhartoko mengatakan ancaman risiko terbesar yang akan dihadapi dunia menurut hasil survey adalah mengenai perubahan iklim yang berdampak negatif terhadap ketersediaan pangan dan makin seringnya bencana alam yang melanda.

Ancaman lainnya juga yang bakal membesar ke depannya ialah konsumsi energi yang dibarengi dengan harga energi yang semakin meningkat.

Dengan bencana ini papar Suhartoko, negara-negara miskin yang masih harus melakukan recovery pasca pandemi, akan semakin terbebani dengan situasi perubahan iklim tersebut. Oleh karena itu, negara-negara kaya harus meningkatkan hibah ke negara miskin.

Selain itu, negara-negara kaya juga harus meningkatkan tambahan modal baru supaya yang mampu menghadapi risiko-risiko yang berpotensi muncul.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.