Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenhub Revalidasi 46 Auditor International Safety Management 

📅 Rabu, 24 Mei 2023, 15:57 WIB | Oleh:
Kemenhub Revalidasi 46 Auditor International Safety Management  Doc: Istimewa.
Ket. Revalidasi Auditor International Safety Management (ISM) Code di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

JAKARTA - Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Direktorat Perkapalan dan Kepelautan kembali melakukan revalidasi terhadap 46 (empat puluh enam) orang Auditor International Safety Management (ISM) Code di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

Revalidasi ini dilaksanakan secara berkala dengan tujuan untuk mengukur kompetensi dan meningkatkan kemampuan teknis para Auditor Manajemen Keselamatan Kapal setelah memiliki legalitas pelaksanaan audit berdasarkan pengukuhan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut.

Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Hartanto, mengungkapkan bahwa Sistem Manajemen Keselamatan pengoperasian Kapal telah menjadi perhatian International Maritime Organization (IMO) dalam rangka meningkatkan kelaiklautan kapal guna mewujudkan penyelenggaraan angkutan laut yang aman, lancar, nyaman, teratur, dan efisien.

"Penegakan ketentuan di bidang Manajemen Keselamatan Kapal saat ini merupakan prioritas utama karena seluruh elemen dalam Sistem Manajemen Keselamatan Kapal merupakan implementasi dari semua peraturan kelaiklautan kapal," kata Hartanto dalam keterangan tertulisnya, Rabu (24/5).

Kompetensi Memadai

Untuk itulah, lanjutnya, Auditor Manajemen Keselamatan Kapal (ISM Code) wajib memiliki kompetensi yang memadai dan terus beradaptasi dengan beragam kondisi faktual serta perkembangan dan pembaharuan regulasi di bidang pelayaran yang berlaku, khususnya di bidang manajemen keselamatan kapal.

"Pejabat Pemeriksa Keselamatan Kapal Ditjen Perhubungan Laut memiliki peran penting dalam memastikan kelaiklautan kapal berbendera Indonesia. Oleh karena itulah revalidasi ini kita lakukan, yakni sebagai upaya untuk mengukur dan meningkatkan kompetensi para auditor sekaligus untuk menjawab tantangan yang ada," jelas Hartanto.

Pada kesempatan tersebut, Hartanto menghimbau kepada para auditor untuk mengubah mindset menjadi mitra dan konsultan bagi auditee.

"Janganlah mencari-cari kesalahan akan tetapi usahakanlah kebaikan. Datanglah dengan penuh senyum sebagai mitra untuk membantu mewujudkan keselamatan kapal," tegas Hartanto.

Hartanto berpesan agar seluruh peserta dapat melaksanakan tugas dengan baik selaku auditor yang layak memegang sertifikasi yang sudah dikukuhkan sehingga bisa membantu pemerintah mewujudkan keselamatan kapal melalui pemenuhan kelaiklautan kapal yang sesuai dengan manajemen keselamatan kapal.

Turut hadir pada kesempatan tersebut, Kasubdit Pencegahan Pencemaran dan Manajemen Keselamatan Kapal dan Pelindungan Lingkungan di Perairan, Stephanus Risdiyanto, mengungkapkan bahwa Revalidasi terhadap Auditor ISM Code ini wajib diikuti oleh para Auditor dalam jangka waktu minimal lima tahun setelah pengukuhan atau revalidasi terakhir.

Pada kegiatan revalidasi ini, Stephanus menjelaskan, Peserta akan diberikan materi terkini terkait Manajemen Keselamatan Kapal, antara lain Sitem Manajemen Pengoperasian Kapal dan Pembaruan Peraturan tentang International Safety Management Code, peran Designated Person Ashore (DPA) dalam Manajemen Keselamatan Pengoperasian Kapal, Tata Cara Audit dan Dokumentasi untuk Sertifikasi, Pelaksanaan Manajemen Keselamatan oleh Organisasi yang Diakui (Recognized Organization) Terhadap Kapal Berbendera Indonesia untuk Daerah Pelayaran Semua Lautan, Faktor Penyebab Kecelakaan Kapal Berkaitan dengan Manajemen Keselamatan, Dampak Manajemen Keselamatan Kapal Terhadap Operasional Kapal, dan Pembaruan Peraturan Perkapalan dan Kepelautan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.