Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Upaya Bersama Selesaikan Perang Belum Berkembang Signifikan

📅 Senin, 22 Mei 2023, 01:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Upaya Bersama Selesaikan Perang Belum Berkembang Signifikan Doc: BPMI SETPRES/LAILY RACHEV
Ket. INDONESIA SIAP JADI JEMBATAN PERDAMAIAN UKRAINA DAN RUSIA I Presiden Joko Widodo mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 dan mitra yang digelar di Hotel Grand Prince, Hiroshima, Jepang, Minggu (21/5). Presiden Jokowi menegaskan bahwa Indonesia terus mendukung upaya perdamaian di Ukraina dan menyatakan kesiapannya untuk menjadi jembatan perdamaian antara Ukraina dan Rusia.

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerukan kepada para pemimpin negara- kelompok tujuh (G7) industri maju untuk berani melakukan revolusi besar agar perang dapat dihentikan dan dihindari demi terciptanya perdamaian dunia.

Presiden saat menyampaikan pandangannya pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 dengan tema "Menuju Dunia yang Damai, Stabil, dan Sejahtera", di Hotel Grand Prince, Hiroshima, Jepang, Minggu (21/5), mengatakan sebagai pemimpin harus punya keberanian dan kemauan melakukan revolusi besar untuk bawa perubahan dan perbaikan agar perang dapat dihentikan.

Dalam keterangan tertulis, Presiden Jokowi menegaskan kalau perang pada akhirnya hanya akan mengorbankan rakyat. Sebab itu, semua pihak menginginkan dunia yang damai, stabil, dan sejahtera, bukan seperti saat ini.

"Distrust makin tebal, rivalitas makin meruncing, perang dan konflik masih terjadi di mana-mana," papar Jokowi.

Di tengah berbagai macam krisis dunia yang makin mengkhawatirkan, Kepala Negara memandang kalau upaya bersama yang dilakukan untuk menyelesaikan perang belum menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran, jelas Jokowi, adalah tanggung jawab dan tujuan bersama. Presiden pun mengajak para pemimpin dunia untuk melakukan perubahan.

Menanggapi seruan Presiden Jokowi itu, pakar Hubungan Internasional dari Universitas Airlangga Surabaya, Siti Rokhmawati Susanto, mengatakan dalam era kepemimpinan sekarang, RI terlihat lebih aktif memainkan berbagai peran dalam mewujudukan perdamaian, kesejahteraan dan kemajuan dunia. Pernyataan Presiden Jokowi itu merupakan salah satu bentuk upaya tersebut.

"Dalam konteks menghentikan perang yang sejauh ini belum ada tanda-tanda akan berakhir, di hadapan pemimpin negara maju, Indonesia ingin menjadi salah satu aktor yang diperhitungkan secara global, apalagi momennya pas dan strategis di KTT G7," kata Siti.

Menurut dia, posisi Indonesia saat ini menarik untuk dicermati karena sekarang lebih assertive dalam merespons isu internasional. Berhubung belum ada aktor internasional yang mampu memberikan pengaruh dalam wacana dan solusi menghentikan perang, sehingga Indonesia mengambil posisi itu, terutama dalam konteks negara emerging.

Dihubungi pada kesempatan terpisah, Ketua Departemen Politik Pemerintahan dan Hubungan Internasional, Universitas Brawijaya, Malang, Aswin Ariyanto Azis, mengatakan seruan Presiden Jokowi untuk segera mengakhiri perang yang sedang berlangsung dan tindakan yang dapat memicu perang tampaknya tidak begitu berpengaruh terhadap negara G7.

Namun dalam ajang tersebut, Presiden Jokowi, kata Aswin, cukup tegas membawa kepentingan nasional Indonesia yaitu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

"Salah satunya adalah kebijakan hilirisasi komoditas unggulan Indonesia seperti kelapa sawit dan nikel, namun terhalangi kebijakan diskriminatif oleh negara maju anggota G7 terutama Uni Eropa," ungkapnya.

Sementara itu, pakar ekonomi dari Universitas Indonesia (UI), Eugenia Mardanugraha, menyatakan sepakat dengan pernyataan Presiden Jokowi soal pentingnya menciptakan perdamaian dunia.

"Selama ada perang, maka persaingan perdagangan dan perekonomian dunia kacau. Perang Russia-Ukraina terbukti berdampak pada persaingan ekonomi negara-negara besar. Semakin sengit perang, perebutan sumber daya juga semakin sengit," kata Eugenia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

20 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

43 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.