Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hilirisasi Dorong Perbaikan Perekonomian Nasional

📅 Senin, 22 Mei 2023, 08:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hilirisasi Dorong Perbaikan Perekonomian Nasional Doc: ISTIMEWA
Ket. Menteri Keuangan (Men­keu) Sri Mulyani Indrawati

JAKARTA - Pemerintah menilai hilirisasi sumber daya alam (SDA) turut mendorong ekonomi RI untuk keluar dari kategori negara Fragile Five. Hilirisasi diyakini telah berhasil mendongkrak nilai tambah perekonomian nasional.

"Menguatnya posisi neraca berjalan Indonesia tidak lepas dari kebijakan struktural dan transformasi ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah, yaitu hilirisasi sumber daya alam," kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Jumat pekan lalu.

Pemerintah telah mencanangkan kebijakan hilirisasi SDA dengan mewajibkan perusahaan tambang mineral untuk membangun smelter secara bertahap sejak 2014. Untuk menjalankan programnya, pemerintah memberikan berbagai dukungan fiskal baik melalui perbaikan ekosistem perpajakan maupun memberikan insentif fiskal lainnya.

Adapun Indonesia masuk dalam kategori Fragile Five pada 2013 bersama dengan Brasil, India, Afrika, dan Turki. Namun sekarang, Indonesia telah berhasil keluar dari kategori tersebut.

Sebelumnya, Indonesia pernah mengalami defisit sebesar 3,2 persen dari PDB pada 2013 sehingga menjadikannya sebagai salah satu negara yang rapuh. Namun, pada 2021, ekonomi Indonesia mengalami kebangkitan dengan surplus 0,3 persen dari PDB, bahkan surplus meningkat lagi sebesar 1 persen pada Desember 2022.

Hal itu Menkeu ungkapkan saat menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok- Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2024 di Jakarta.

Nilai Tambah

Lebih lanjut, Sri Mulyani menjelaskan, upaya menciptakan nilai tambah yang tinggi berperan cukup penting dalam meningkatkan ekspor dan neraca perdagangan Indonesia yang signifikan. Nilai ekspor RI pada 2022 melonjak tajam dan mencatat rekor tertinggi dalam sejarah ekonomi RI, yaitu 292 miliar dolar AS, meningkat 66 persen dari posisi 176 miliar dolar AS pada 2014.

"Pada 2022, neraca perdagangan juga mencatatkan rekor tertinggi yaitu 54,5 miliar dolar, sampai dengan April 2023 neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus 36 bulan berturut-turut," pungkasnya.

Pemerintah mengklaim dampak positif hilirisasi sudah terbukti di sektor minerba, misalnya nilai ekspor nikel asal Indonesia pada 2022 meningkat menjadi 450 triliun rupiah dari 17 triliun rupiah. Ini merupakan ekspor dalam bentuk produk olahan nikel.

Di samping itu, proyeksi dampak dari hilirisasi minerba dan migas itu akan menambah produk domestik bruto (PDB) nasional sebesar 699 miliar dollar AS serta lapangan kerja yang akan terbuka mencapai 8,8 juta. Ini sebuah dampak sangat besar sekali, membuka lapangan kerja yang sebesar-besarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.