Ketahui Penyebab Keguguran Berulang Agar Tidak Terus Terjadi
📅 Minggu, 21 Mei 2023, 19:28 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: ISTIMEWA
JAKARTA - Keguguran menjadi penggugur mimpi pasangan rumah tangga untuk memiliki keturunan, terlebih bila terjadi berulang kali. Namun masalah tersebut dapat diatasi dengan evaluasi dan penanganan yang tepat, agar peluang kehamilan yang sehat dapat terjadi.
"Anda dan pasangan tentu berharap janin dapat tumbuh dengan sempurna hingga waktu persalinan tiba. Namun sayangnya, tak sedikit yang justru harus berhadapan dengan kenyataan pahit, yaitu keguguran," kata Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialis Fertilitas Endokrinologi Reproduksi RS Pondok Indah - IVF Centre Dr. dr. Kanadi Sumapraja, Sp. O. G, Subsp. F. E. R, MSc, melalui keterangan tertulis Jumat (19/5).
Ia menjelaskan kehamilan yang terhenti akibat tidak berkembangnya janin, matinya janin, keluarnya hasil pembuahan secara spontan sebelum usia janin menginjak 20 minggu, atau berat janin kurang dari 500 gram disebut keguguran. Keguguran ditandai dengan keluarnya darah, rasa mulas, dan diikuti dengan pembukaan mulut rahim.
"Suatu keguguran disebut keguguran berulang jika telah terjadi sebanyak tiga kali berturut-turut. Namun demikian, apabila seseorang sudah mengalami keguguran sebanyak dua kali berturut-turut, ada baiknya tidak menunggu untuk kejadian yang ketiga, dan segera berkonsultasi dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi," kata dia.
Normalnya, sekitar 1 dari 6 pasangan (sekitar 15 persen) akan mengalami keguguran. Meski demikian, kejadian keguguran berulang bukanlah merupakan sebuah fenomena yang normal. Kemungkinan terjadinya keguguran ulang dapat meningkat dua kali lipat setelah terjadi keguguran dua kali berturut-turut. "Namun sayangnya, hampir 70 persen kasus keguguran berulang tidak diketahui penyebabnya," ujar dr. Kanadi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Faktor penyebab kejadian keguguran berulang dapat dibagi menjadi kelainan di sisi janin atau di sisi ibu. Kelainan kromosom atau genetik mengakibatkan terjadinya gangguan perkembangan janin hingga kematian janin yang memicu terjadinya keguguran berulang, terutama di kehamilan usia dini.
Kromosom janin disumbangkan oleh sperma dan sel telur. Kualitas sperma dapat dipengaruhi oleh kebiasaan merokok atau pajanan suhu panas pada buah zakar akibat sering menggunakan pakaian yang ketat. Sementara kualitas sel telur lebih banyak dipengaruhi oleh faktor usia ibu.
Kelainan pada sisi ibu umumnya mengakibatkan terjadinya keguguran berulang di usia kehamilan yang lebih lanjut. Kondisi yang mengakibatkan rahim sulit mempertahankan kehamilan, seperti adanya tumor dinding rahim, atau kelemahan mulut rahim dapat mengakibatkan terjadinya keguguran.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Gangguan pembekuan darah, gangguan metabolik, gangguan produksi hormon reproduksi, infeksi, serta penyakit autoimun pada ibu berpotensi mengganggu proses tubuh ibu untuk memelihara kehamilan, yang berakibat pada keguguran," terangnya.
Pengaruh pola gaya hidup yang berpotensi untuk memicu terjadinya gangguan metabolik seperti peningkatan berat badan berlebih akibat gaya hidup kurang bergerak (sedentary living), kurang istirahat, kurang berolahraga, serta tidak menjaga pola makan yang baik juga berpotensi menjadi penyebab kejadian keguguran.
Langkah Pemeriksaan
Bukan berarti wanita yang mengalami keguguran berulang tidak dapat memiliki keturunan sama sekali. Perawatan dan dukungan intensif dapat meningkatkan kesempatan untuk tercapainya kehamilan yang sukses.
Apa yang akan dilakukan dokter spesialis obstetri dan ginekologi? Pada awalnya, dokter akan melakukan karakterisasi dari jenis keguguran berulang yang dialami. Hal ini penting untuk menentukan prioritas jenis pemeriksaan yang akan dilakukan.
Selanjutnya mencari penyebab kejadian keguguran berulang pada dasarnya tidak mudah. Saat ini, melakukan pemeriksaan kromosom pada jaringan yang berasal dari keguguran belum menjadi pemeriksaan yang rutin dilakukan. Sehingga tidak diketahui, apakah keguguran tersebut terjadi pada kehamilan dengan janin yang normal atau tidak normal.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!