Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perkuat Kerja Sama, BKKBN Sulut: Turunkan Stunting Perlu Peran Pentahelix

📅 Kamis, 18 Mei 2023, 13:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perkuat Kerja Sama, BKKBN Sulut: Turunkan Stunting Perlu Peran Pentahelix Doc: ANTARA/Karel A Polakitan
Ket. Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Utara, Diano T Tandaju mengatakan, menurunkan angka stunting perlu peran pentahelix.

Manado - Perkuat kerja sama. Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Utara, Diano T Tandaju mengatakan, menurunkan angka stunting perlu peran multi pihak.

Harus demikian, perlu peran para pihak untuk menurunkan angka prevalensi stunting di daerah ini," sebut Diano di Kabupaten Minahasa Tenggara, Rabu.

Menurut dia, sinegitas penting dilakukan oleh seluruh sektor dan dibutuhkan kerjasama dan koordinasi pentahelix seperti akademisi, swasta, masyarakat, pemerintah dan media.

BKKBN tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan para pihak dalam menurunkan angka prevalensi stunting saat ini.

Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 bahwa stunting di Provinsi Sulawesi Utara berada pada angka 20,5 persen atau di bawah rata rata nasional 21,6 persen.

Kota Tomohon menjadi salah satu daerah dari 15 kabupaten dan kota di Sulut dengan angka prevalensi stunting terendah yakni sebesar 13,7 persen.

"Kita memiliki optimisme bersama agar dapat mencapai target pemerintah yaitu 14 persen angka stunting di tahun 2024," ujarnya.

Perwakilan BKKBN Sulut terus berkoordinasi melakukan percepatan penurunan angka stunting hingga ke kabupaten dan kota di Sulut.

Diano mengikuti kegiatan 'Rapat Evaluasi dan Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting' didampingi Ketua Pokja Pelatihan dan Pengembangan Agustien Mamahit, serta tim Perwakilan BKKBN Provinsi Sulut di Kabupaten Minahasa Tenggara.

Rapat evaluasi tersebut dibuka Sekretaris Daerah Minahasa Tenggara David H. Lalandos, serta perangkat daerah terkait di kabupaten tersebut.

Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022, berdasarkan kabupaten dan kota di Sulut, angka prevalensi balita stunting di Kabupaten Minahasa Tenggara sebesar 26,5 persen atau tertinggi ketiga setelah Kabupaten Bolaang Mongondow (30,0 persen) dan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (27,9 persen).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Para Kader Posyandu Tangera...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

44 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...

Pembangunan SDM, Sekolah-sekolah di Tangsel Bersifat Inklusif

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp71.600/...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.