Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kader Kesehatan Diajak Pemkot Kediri Atasi Stunting

📅 Kamis, 18 Mei 2023, 21:24 WIB | Oleh:
Kader Kesehatan Diajak Pemkot Kediri Atasi Stunting Doc: ANTARA/HO-Dokumentasi pribadi
Ket. Sejumlah kader dalam acara edukasi masalah stunting di GOR Jayabaya, Kota Kediri, Jawa Timur, Rabu (17/5).

Kediri, 17/5 (ANTARA) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, mengajak kader kesehatan untuk lebih intensif mengatasi masalah stuntingdengan makanan bergizi seimbang.

"Berdasar data banyak juga anak stunting ini berasal dari keluarga yang mampu. Berarti ini bukan hanya masalah makanan saja namun juga harus diimbangi pola asuh yang tepat," katanya di Kediri, Rabu.

Ia mengatakan salah satu program penanganan stunting dengan memberikan program makanan tambahan (PMT) yang bergizi seimbang. PMT yang diberikan bisa menggunakan bahan pangan lokal.

Wali Kota juga menambahkan bahwa saat ini Kota Kediri sudah universal health coverage (UHC). Apabila ada warga yang sakit, kader bisa langsung membawa ke fasilitas kesehatan. Hampir semua warga Kota Kediri sudah memiliki BPJS kesehatan

Pihaknya juga mengungkapkan peran kader sangat penting dalam penanganan stunting di kota ini.

"Terima kasih kepada seluruh kader kesehatan karena selama ini sudah banyak membantu Pemerintah Kota Kediri. Terutama terkait program kesehatan. Lalu juga memberikan edukasi kepada masyarakat," ujarnya.

Ketua TP PKK Kota Kediri Ferry Silviana Abu Bakar menambahkan agar PMT di Kota Kediri memenuhi kebutuhan gizi balita, Pemerintah Kota Kediri telah mengalokasikan anggaran untuk PMT pada program pemberdayaan masyarakat (Prodamas).

Ia mengatakan PMT yang diberikan juga sudah diatur pada petunjuk dam teknis (juknis) Prodamas yang didiskusikan dengan ahli gizi. Namun untuk menyelesaikan stunting ini tidak hanya memperbaiki PMT saja, harus diimbangi dengan pola perilaku orang tua.

"Harusnya sudah tidak ada lagi PMT yang bermasalah di Kota Kediri. Tapi ingat tidak hanya PMT saja tapi kita harus edukasi juga mengenai perilaku orang tua mengenai pola makan balita. Kader-kader kita juga harus terus diupdate ilmunya," kata dia.

Sementara itu, berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, prevalensi stunting Kota Kediri tahun 2022 sebesar 14,3 persen. Sementara target penurunan stunting nasional tahun 2024 adalah 14 persen berdasarkan Perpres Nomor 72 Tahun 2021.

Pemkot Kediri menargetkan prevalensi stunting turun pada angka 11,48 persen dalam penanganan stunting tersebut.

Pada kegiatan ini juga diisi kegiatan kelas memasak yang memanfaatkan bahan pangan lokal. Tujuannya agar kader kesehatan dapat memasak dan memberikan PMT pada posyandu di kelurahan masing-masing dengan berbasis pangan lokal, serta memiliki nilai gizi beragam dan seimbang.

Turut hadir Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri Fauzan Adima, Ketua TP PKK kecamatan, kepala Puskesmas, dan tamu undangan lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.