Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ukraina Berhasil Maju 2,5 kilometer di Medan Tempur Bakhmut

📅 Senin, 15 Mei 2023, 16:33 WIB | Oleh:
Ukraina Berhasil Maju 2,5 kilometer di Medan Tempur Bakhmut Doc: Istimewa
Ket. Mrskipun hanya kemenangan kecil, capaian pasukan Ukraina yang bertempur di front timur Bakhmut memiliki arti simbolis yang kuat.

TALLINN - Wakil pembicara pertama di Verkhovna Rada (parlemen Ukraina), Oleksandr Korniyenko, pada Sabtu (13/5), mengatakan kepada Newsweek bahwa pasukan Ukraina telah mencapai "sesuatu yang hebat" di sekitar kota Bakhmut yang hancur, di mana selama beberapa bulan Unit Kyiv telah mengalami pertempuran berdarah dengan Rusia.

"Selama dua hari terakhir kami telah merebut kembali 2,5 kilometer wilayah kami," katanya di sela-sela Konferensi Lennart Meri di Tallinn, Estonia.

"Itu tidak besar, tapi cukup bagi tentara kita untuk merasa seperti mereka melakukan sesuatu yang hebat. Karena ini bukan hanya tentang keluarnya Rusia, tetapi tentang pemikiran kreatif dan keberanian orang-orang kita," tegas Korniyenko.

Menurutnya, pencapaian selama seminggu terakhir tersebut telah membalikkan beberapa kemenangan dalam hampir 10 bulan pertempuran yang dibuat oleh pasukan Rusia, yang digawangi oleh milisi bayaran Grup Wagner.

Kemajuan Rusia yang lambat dan mahal telah membuat pasukan Ukraina terkurung di ujung paling barat kota yang hancur, tetapi sekarang unit Kyiv tampaknya mencoba mengepung Bakhmut.

"Operasi pertahanan terhadap Bakhmut terus berlanjut," tulis komandan pasukan darat Ukraina, Oleksander Syrsky, di Telegram akhir pekan ini. "Tentara kita maju di beberapa area garis depan, dan musuh kehilangan perlengkapan dan pasukan."

Moskow mengakui kemunduran itu, dengan juru bicara Kementerian Pertahanan, Igor Konashenkov, mengatakan bahwa pasukan Rusia telah "menduduki perbatasan baru" di waduk Berkhivske di barat laut Bakhmut.

Pemimpin Grup Wagner, Yevgeny Prigozhin, dan beberapa blogger militer Rusia membingkai perkembangan itu sebagai sebuah kekalahan. "Reposisi di sekitar Berkhivske, sayangnya disebut kekalahan dan bukan pengelompokan kembali," kata Prigozhin

Newsweek telah menghubungi kementerian pertahanan Rusia untuk memberikan komentar melalui email.

Tidak jelas apakah dorongan di sekitar Bakhmut mewakili serangan balasan musim semi Ukraina, yang telah digoda Kyiv selama berbulan-bulan. Para pemimpin Ukraina telah mengirimkan pesan yang bertentangan tentang rencana operasi tersebut.

Beberapa pejabat senior mengatakan bahwa pasukan penyerang telah siap, tetapi Presiden Volodymyr Zelensky menyatakan pekan lalu bahwa serangan balasan akan ditunda karena kekurangan peralatan.

Tokoh-tokoh Ukraina dan mitra asing juga telah mendesak rekan-rekan dan media untuk tidak melebih-lebihkan operasi yang akan datang, karena khawatir serangan balik yang tidak memuaskan dapat melemahkan dukungan internasional untuk ambisi Ukraina untuk pembebasan nasional penuh.

"Apa maksudnya, serangan balik yang berhasil? Siapa yang memutuskan?" Korniyenko bertanya pada Newsweek .

"Itu bukan pekerjaan ringan untuk tentara kita," tambahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.