Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Politik Identitas Bakal tak Laku, tapi Siap Dipakai di Pemilu 2024

📅 Minggu, 14 Mei 2023, 10:38 WIB | Oleh: Tim Penulis

Kepada The Conversation Indonesia, Shafiq Pontoh, praktisi media sosial yang juga Chief Strategy Officer Provetic Indonesia, mengungkapkan bahwa pada masa pascapandemi ini, masyarakat sudah menjadi sangat melek digital. Sebab, mereka 'dipaksa' menggunakan teknologi selama masa pembatasan sosial di era pandemi.

Pandemi secara tidak langsung telah menciptakan "generasi search", generasi yang ahli dalam mencari informasi sehingga mereka lebih kebal terhadap doktrin-doktrin politik.

Hasil pengamatan Provetic juga menemukan bahwa warganet kini lebih tertarik dengan konten-konten inspiratif dan tutorial ketimbang konten kekerasan dan kontroversi negatif. Kanal YouTube politikus Partai Golkar sekaligus mantan bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, sempat menjadi salah satu kanal milik politikus yang paling berhasil meraih simpati warganet, karena kontennya berisi kegiatan-kegiatan inspirasional.

Menurut Provetic, kelompok milenial (lahir dalam rentang tahun 1980-1996) cenderung mencari konten terkait parenting dan karier, karena sebagian besar kelompok ini sekarang sudah menikah dan baru memiliki anak.

Sementara, generasi Z (yang lahir mulai tahun 1997 sampai 2012) pun tampaknya bukan "pasar" politik identitas. Studi menunjukkan bahwa persentase literasi digital generasi Z relatif tinggi karena mampu memilih konten website dan media sosial kredibel. Kemampuan mereka dalam menghargai perbedaan, seperti agama, budaya, gender, dan status sosial, bahkan sangat tinggi.

Hal ini membuat generasi Z lebih kritis terhadap informasi yang mereka terima. Jika ada isu yang viral, mereka cenderung mempertanyakan lebih dulu apakah itu konten marketing dan bagaimana kebenarannya.

Alih-alih mengeksploitasi makna identitas secara tradisional, Ismail mengungkap ada tren menarik terkait strategi menggaet pemilih. Berdasarkan hasil pengamatan Ismail, partai politik atau tim suksesnya sudah mulai mendekati berbagai target niche yang fokus dan kegiatannya tidak berkaitan dengan politik. Contohnya kelompok penggemar sepak bola, bulutangkis, film, dan hobi seperti skateboard.

"Mereka tidak membicarakan politik. Tapi [aktor politik] bisa masuk lewat kelompok-kelompok ini, dan yang ditawarkan pada mereka pastinya adalah gagasan dan program. Ini karena para niche ini punya skills, sehingga paslon (pasangan calon) akan terdorong untuk bisa memberikan manfaat yang relevan untuk mereka," ungkap Ismail.

Kandidat akan tetap siapkan strategi politik identitas

Meskipun kemungkinan besar tak lagi laris untuk menggaet suara pemilih dalam Pemilu 2024, politik identitas pasti masih akan dipersiapkan sebagai strategi kampanye oleh pasangan calon yang nanti akan bertarung.

Namun, apakah strategi tersebut akan diaktifkan atau tidak, ini tergantung perkembangan politik nanti.

Wawan Mas'udi, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM), menjabarkan hasil penelitiannya terhadap strategi paslon dalam pilkada kabupaten 2017 di Yogyakarta. Ia menemukan bahwa ada satu kabupaten yang seluruh paslonnya menyiapkan 3 strategi politik: strategi politik program, strategi politik uang, dan strategi politik identitas.

Paslon yang yakin menang - berdasarkan survei lokal dengan selisih suara 80% - ternyata hanya menggunakan strategi politik program. Menurut tim suksesnya, politik uang yang disiapkan tidak dipakai, karena untuk apa membayar pemilih kalau sudah bisa menang dengan program.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Mutasi Polri, Pejabat Divpr...
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.