Jebakan Pinjol Lewat Iklan di Mobile Games, Anak Muda Wajib Tahu!
📅 Kamis, 11 Mei 2023, 11:20 WIB | Oleh: Tim PenulisDengan omset triliunan rupiah per tahun, Indonesia termasuk pasar yang cukup besar bagi pengembang mobile games yang agresif ini. Pada 2022 saja, konsumen Indonesia menghabiskan Rp 5,4 triliun hanya pada sektor mobile game saja
Monetisasi agresif penerbit dan paparan iklan pinjol berpotensi menimbulkan sinergi dampak negatif yang menimbulkan perilaku berhutang melalui pinjol untuk membiayai pembelian impulsif dalam mobile games.
Kebanyakan pengguna mobile games, misalnya, adalah remaja dan anak-anak yang umumnya tidak memiliki literasi keuangan yang mapan, dengan kemampuan pengendalian diri (self-control) yang masih berkembang.
Penelitian saya dan Frank Alpert, profesor emeritus bidang pemasaran dari The University of Queensland Business School, Australia, mengidentifikasi pengendalian diri sebagai faktor pembeda yang berperan signifikan dalam menekan perilaku impulsif individu dalam bermain mobile games.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tak ayal, Asosiasi Fintech Pembelajaan Bersama Indonesia (AFPBI) mencatat bahwa 60% pengguna pinjol adalah mereka yang berusia 19-34 tahun. Rentannya kelompok usia ini juga terlihat dari bagaimana mereka, menurut data OJK, menyumbang 65% dari total dana macet pinjol.
Selain pemain muda, iklan pinjol juga seringkali menyasar konsumen rentan yang memerlukan uang dengan cepat.
Mereka termasuk orang yang tidak memiliki akses ke layanan keuangan tradisional seperti perbankan konvensional, dan mereka yang segera memerlukan uang tunai karena situasi finansial darurat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Akibatnya, paparan iklan pinjol dalam mobile games berpotensi memicu ketergantungan dan dapat menimbulkan masalah keuangan jangka panjang bagi konsumen, seperti perilaku "gali lubang, tutup lubang" untuk melunasi utang lama.
Tipu daya narasi iklan pinjol
Pinjol seringkali menimbulkan permasalahan sosial, terutama ketika pinjaman diberikan kepada pihak yang rentan dan memiliki pemahaman yang kurang terhadap produk keuangan.
Di sini, iklan pinjol seringkali mengusung narasi yang berbahaya. Mereka mengangkat kemudahan meminjam uang melalui pinjol tanpa menjelaskan risikonya.
Narasi iklan pinjol yang seringkali ditampilkan dalam mobile games dan media sosial adalah janji pemberian pinjaman uang dalam waktu singkat dengan mudah dan tanpa persyaratan yang rumit. Narasi-narasi seperti ini dapat memicu ketergantungan pada pinjaman online dan mengabaikan risiko serta konsekuensi jangka panjang dari jenis pendanaan ini.
Narasi iklan pinjol juga seringkali menyesatkan dan tidak transparan sehingga dapat merugikan konsumen. Banyak iklan yang menawarkan bunga rendah dan cicilan yang panjang, tetapi sebenarnya terdapat biaya-biaya tambahan yang tidak tertera dalam iklan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!