Merasa Cemas? Ini Makanan yang Bantu Meredakan Stres
📅 Rabu, 10 Mei 2023, 13:30 WIB | Oleh: Rivaldi Dani RahmadiDalam sebuah studi tahun 2014 yang diterbitkan dalam Nutrient Journal, para peneliti meminta partisipan untuk menambahkan setengah buah alpukat ke dalam menu makan siang mereka, yang mengurangi keinginan untuk makan lebih banyak hingga 40 persen selama tiga jam setelah makan siang. Para partisipan melaporkan adanya peningkatan kepuasan dan penurunan keinginan untuk makan selama tiga jam setelah makan alpukat.
4. Bit
Bit mengandung folat yang tinggi, sebuah vitamin yang dapat berperan dalam meredakan stres. Menurut Sass, satu cangkir bit memasok lebih dari 30 persen folat yang dibutuhkan setiap hari.
"Karena hubungannya dengan sistem saraf, terlalu sedikit folat diketahui dapat memicu kelelahan mental, kelupaan, kebingungan, dan insomnia," ujar Sass.
Sebaiknya Anda baca juga:
5. Blueberry
Blueberry kaya akan nutrisi dan antioksidan yang baik untuk tubuh. Buah ini juga cocok dikonsumsi untuk meredakan stres.
"Saat Anda stres, ada pertempuran yang terjadi di dalam diri Anda. Antioksidan dan fitonutrien yang ditemukan dalam buah beri membantu pertahanan Anda, membantu meningkatkan respons tubuh Anda terhadap stres," tutur Mangieri.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penelitian juga menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi blueberry mengalami peningkatan sel pembunuh alami, yang merupakan "sejenis sel darah putih yang memainkan peran penting dalam kekebalan tubuh, yang sangat penting untuk melawan stres," jelas Sass.
6. Jeruk
Satu buah jeruk berukuran sedang menyediakan lebih dari setengah dari tunjangan diet yang direkomendasikan oleh National Institutes of Health (NIH) untuk vitamin C. Para peneliti telah mengakui bahwa vitamin C berperan dalam respons stres tubuh, menurut sebuah studi tahun 2020 di Journal of Thoracic Disease.
"Selain mendukung fungsi kekebalan tubuh, yang dapat dilemahkan oleh stres, nutrisi utama ini membantu mengurangi kadar hormon stres kortisol, yang dapat menimbulkan malapetaka pada tubuh," kata Sass.
"Efek dari tingkat kortisol yang tinggi dalam jangka waktu lama dapat berupa kelelahan, kabut otak, peningkatan nafsu makan, dan penambahan berat badan, terutama lemak perut," tambahnya.
7. Salmon
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!