Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Guru Besar Unair: QRIS Dapat Mengatasi Penolakan Rupiah sebagai Alat Pembayaran di Asean

📅 Rabu, 10 Mei 2023, 14:32 WIB | Oleh:
Guru Besar Unair: QRIS Dapat Mengatasi Penolakan Rupiah sebagai Alat Pembayaran di Asean Doc: Koran Jakarta / Selocahyo
Ket. Guru Besar Bidang Ilmu Ekonomi Moneter dan Perbankan, Universitas Airlangga, Surabaya, Wasiaturrahma.

SURABAYA - Rencana penerapan metode pembayaran nontunai Quick Code Indonesian Standard atau QRIS oleh seluruh anggota Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara atau Association of Southeast Asian Nations (Asean), dinilai dapat mengatasi masalah penolakan rupiah sebagai mata uang pembayaran di sejumlah negara anggota.

Guru Besar Bidang Ilmu Ekonomi Moneter dan Perbankan, Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Wasiaturrahma, mengatakan, saat ini hanya Singapura dan Thailand yang bersedia menerima pembayaran dengan mata uang rupiah.

"Jangan sampai rupiah kita tidak diakui di negara-negara Asean yang lain, sekaranf hanya Singapura dan Thailand yang mau menerima".

"Dengan adanya QRIS yang terintegrasi, itu akan memudahkan pembayaran masyarakat kita, mau di mana saja di Asean. Tidak perlu pusing menukarkan rupiah kita ke money changer atau bank," ujarnya di Surabaya, Rabu (10/5).

Selain memudahkan, lanjut Rahma, penerapan QRIS di seluruh Asean juga dapat menghemat biaya.

"Sehingga meminimalisir cost ke depan bagi masyarakat Indonesia yang sedang berbelanja di negara-negara Asean," ujarnya.

Dia menambahkan, penggunaan QRIS di dalam negeri juga perlu diperluas, terutama oleh pemerintah daerah, karena dapat bermanfaat untak menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Di Indonesia sendiri seharusnya benar-benar digerakkan, terutama pada pemda-pemda. Seluruh kabupaten di Indonesia masih lemah soal pembayaran retribusi pasar yang bias karena uang itu tidak masuk ke kas daerah. Dengan QRIS maka akan dapat menambah PAD di seluruh Indonesia," tutupnya.

Sebelumnya dalam Festival Keuangan Digital Indonesia, Presiden Joko Widodo atau Jokowi, mengatakan bahwa rencana pengembangan QRIS di seluruh kawasan Asean merupakan hal yang mendesak dan perlu diperkuat.

Jokowi berharap QRIS antar negara juga dapat mendorong transaksi di usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di samping itu, ia memperingatkan agar inovasi keuangan digital yang tengah digarap Bank Indonesia ini harus dilakukan dengan memperhatikan sistem keamanan yang handal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

49 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

54 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.