Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Odekta Ratu Maraton Asia Tenggara

📅 Senin, 08 Mei 2023, 13:41 WIB | Oleh: Tim Penulis

Tentu ada argumentasi yang berterima dari penggemukan jumlah kontingen tanpa penambahan target tersebut. Dito mengatakan jumlah atlet bertambah untuk menyiasati potensi emas yang hilang dan di Kamboja cabang olahraga beregu yang tentu butuh banyak atlet lebih banyak dipertandingkan daripada perseorangan.

Dari 31 cabang yang diikuti Indonesia, hoki menjadi cabang dengan jumlah atlet terbanyak yang dikirim yakni 38 (26 atlet putra dan 12 putri), diikuti bola voli (indoor dan pantai) dengan jumlah 34 atlet (18 putra dan 16 putri), serta traditional boat race dan kriket masing-masing mengirim 30 atlet.

Terlepas dari masalah efisien atau efektif, upaya Menpora dan para pengambil keputusan menambah jumlah atlet yang dikirim adalah bukti bahwa Indonesia tetap melihat SEA Games sebagai sesuatu yang penting dan mungkin secara tidak langsung menunjukkan juga bahwa kuantitas kontingen sesuai dengan kapabilitas nasional karena dalam banyak parameter (luas wilayah, jumlah penduduk, Gross domestic produc/GDP), Indonesia lebih besar dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya, termasuk Thailand yang mendominasi sepuluh SEA Games.

Ajang olahraga seperti SEA Games hakikatnya tetap lah kompetisi. Berpacu dalam mengumpulkan medali tentu merupakan tugas utama atlet dan dalam diplomasi pencitraan negara pun. Berkalung medali emas adalah puncak tertinggi karena di situlah menjadi musabab bendera Merah Putih berkibar dan Indonesia raya berkumandang.

Juara dan berkalung medali emas tentu jadi idaman para atlet yang bertanding di SEA Games, tetapi sebagai "diplomat paruh waktu" menjadi juara bukanlah satu-satunya cara berdiplomasi untuk membawa citra baik negara. Apalagi jika dilihat dalam catatan histori seperti ditulis Simon Creak dalam From Bangkok to Palembang: The Southeast Asian Games and a cultural approach to studying regionalism, bahwa motifawal diadakannya kegiatan sejenis olimpiade di regional Asia Tenggara ini adalahuntuk mempererat kerja sama, pemahaman, dan hubungan antar negara di kawasan semenanjung Asia Tenggara.

Dengan demikian, dapat dipahami bahwa SEA Games juga dapat dijadikan sebagai aset soft power diplomasi bagi negara-negara pesertanya dan para atlet adalah diplomat-diplomat yang bertugas melakukan diplomasi tersebut. Konsep terbaru yang berasal dari soft power dikenal sebagai branding bangsa. Nation branding bertujuan untuk mengukur, membangun, dan mengelola reputasi negara menggunakan sarana soft power seperti diplomasi publik dan budaya.

Melalui ajang olahraga seperti SEA Games para atlet Indonesia melakukan diplomasi budaya untuk mengelola reputasi Indonesia. Para juara dengan sendirinya menjadi ujung tombak diplomasi budaya di ajang olahraga. Namun para atlet lain yang tidak menjadi juara pun tetap lah memiliki tanggung jawab sebagai "diplomat paruh waktu". Olahraga terlalu luas untuk didefinisikan sebagai kalah menang. Para atlet yang tidak juara pun tetap bisa membangun citra negeri lewat perilaku-perilaku luhur berbasis "sportivitas".

Sebaiknya Anda baca juga:

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Pemprov Jawa Timur Catat Po...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.