Ilmuwan Ungkap Ada 6 Jenis Cinta, Mana Paling Cocok Untukmu ?
📅 Minggu, 07 Mei 2023, 11:00 WIB | Oleh: Tim PenulisKarena individu ludus lebih fokus pada jangka pendek, mereka cenderung lebih mementingkan karakteristik fisik pasangannya daripada jenis cinta lainnya. Mereka juga lebih mungkin untuk terlibat dalam hubungan seksual.
4. Pragma
Pragmatisme berlaku untuk jenis cinta pragma. Logika digunakan untuk menentukan kecocokan dan prospek masa depan. Bukan berarti bahwa orang-orang ini menggunakan pendekatan tanpa emosi, namun mereka lebih mementingkan apakah calon pasangannya akan sesuai dengan kebutuhan mereka.
Kebutuhan-kebutuhan ini bisa berupa kebutuhan sosial atau finansial. Orang dengan jenis cinta pragma mungkin bertanya-tanya apakah calon pasangan mereka akan diterima oleh keluarga dan teman, atau apakah mereka pandai mengatur uang. Mereka mungkin juga mengevaluasi aset emosional; misalnya, apakah calon pasangannya memiliki kemampuan untuk bersikap tenang pada saat stres?
Sebaiknya Anda baca juga:
5. Mania
Ini mengacu pada jenis cinta yang obsesif. Orang-orang ini cenderung bergantung secara emosional dan membutuhkan kepastian yang cukup konstan dalam suatu hubungan. Seseorang dengan jenis cinta ini cenderung mengalami puncak kegembiraan dan palung kesedihan, tergantung pada sejauh mana pasangan mereka dapat mengakomodasi kebutuhan mereka.
Karena sifat posesif yang terkait dengan jenis cinta ini, kecemburuan dapat menjadi masalah bagi mereka yang jenis cintanya mania.
Sebaiknya Anda baca juga:
6. Agape
Individu Agape memiliki karakter yang suka memberi dan peduli, dan fokus pada kebutuhan pasangannya. Jenis cinta agape sebagian besar merupakan cinta tanpa pamrih dan tanpa syarat. Pasangan agape akan mencintai kamu apa adanya. Namun mereka juga akan sangat menghargai tindakan kepedulian dan kebaikan yang mereka terima kembali dari pasangannya.
Mungkin karena orang-orang ini sangat menerima, mereka cenderung memiliki kepuasan hubungan yang sangat tinggi.
Kebenaran tentang cinta
Jenis cinta yang kita rasakan terhadap pasangan kita cenderung berubah seiring berjalannya waktu. Pada awal hubungan, kita merasa tidak sabar untuk bertemu dengan pasangan kita dan kita sangat bersemangat setiap kali bertemu dengannya.
Perasaan memabukkan inilah yang kita kaitkan dengan perasaan jatuh cinta, dan merupakan karakteristik yang sangat khas dari cinta romantis. Namun dalam hampir semua hubungan, emosi yang intens ini tidak berkelanjutan, dan akan memudar selama berbulan-bulan hingga beberapa tahun.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!