Ilmuwan Ungkap Ada 6 Jenis Cinta, Mana Paling Cocok Untukmu ?
📅 Minggu, 07 Mei 2023, 11:00 WIB | Oleh: Tim PenulisPerasaan penuh gairah tersebut kemudian akan digantikan oleh hubungan yang lebih dalam ketika pasangan tumbuh untuk benar-benar mengenal satu sama lain. Tahap ini adalah companionate love dan dapat bertahan seumur hidup (atau lebih).
Sayangnya, banyak orang tidak menyadari bahwa evolusi dari cinta romantis ke companionate love adalah sebuah transisi yang normal - dan memang sehat. Karena perasaan cinta yang menggebu-gebu mereda, terkadang orang akan berpikir bahwa mereka kehilangan cintanya. Padahal sebenarnya keintiman dan kedekatan companionate love bisa menjadi sangat kuat, jika saja diberi kesempatan.
Hal ini sangat disayangkan, karena orang-orang ini mungkin tidak akan pernah merasakan kepuasan hidup yang terkait dengan cinta yang tulus.
Demetrius Adyatma Pangestu dari Universitas Bina Nusantara menerjemahkan artikel ini dari bahasa Inggris![]()
Sebaiknya Anda baca juga:
Rachel Grieve, Senior Lecturer in Psychology, University of Tasmania
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!