Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indomie Dilarang di Taiwan, Kenapa Standar Keamanan Pangan Berbeda-beda?

📅 Jumat, 05 Mei 2023, 11:49 WIB | Oleh: Tim Penulis

Dalam kurun satu dekade, sebuah studi mengungkapkan bahwa biji wijen dan produknya dari India menjadi penyumbang notifikasi produk kacang dan biji-bijian sebanyak 66%. Analisis notifikasi RASFF menunjukkan bahwa kontaminasi Salmonella (bakteri pemicu diare) adalah masalah yang paling umum pada biji wijen dan produknya dari India selama periode 2011-2019.

EtO merupakan bahan kimia pemberantas hama yang efektif dalam membasmi bakteri Salmonella spp. pada biji-bijian dan rempah-rempah, seperti biji jintan dan lada hitam, karena memiliki sifat mutagenik terhadap bakteri (ketidakmampuan untuk tumbuh dan berkembang biak).

Alih-alih menurunkan kontaminasi bakteri Salmonella, penggunaan EtO justru membahayakan manusia serta dianggap sebagai ancaman bagi lingkungan karena sifatnya yang mudah terbakar, mutagenik, dan karsinogenik (pemicu kanker).

Regulasi EtO dan 2-CE dari berbagai negara

Negara-negara di dunia menentukan batas aman EtO dan 2-CE yang berbeda-beda.

Di Uni Eropa, peraturan (European Regulation, EC) No. 396/2005 dan 2015/868 telah menetapkan batas maksimum residu EtO dengan Limit of Quantification (LOQ) berkisar antara 0,01-0,1 mg per kg yang bergantung pada jenis produknya.

LOQ adalah batas terendah yang dapat diukur dengan akurasi tertentu oleh sebuah metode analisis. Sebagai contoh, batas maksimum residu EtO untuk jeruk adalah 0,02 mg per kg.

Di Amerika Serikat dan Kanada, penggunaan EtO dan 2-CE dibatasi maksimal masing-masing 7 mg per kg dan 940 mg per kg.

Perbedaan signifikan batas maksimum ini disebabkan oleh pandangan Kanada bahwa EtO akan hilang lebih cepat dan residunya akan berkurang secara signifikan setelah penggunaannya.

Di Jepang, EtO merupakan pestisida yang tidak diatur batas maksimal residunya secara spesifik. Namun senyawa tersebut dikenakan aturan batas maksimum yang sama untuk semua jenis produk pangan yang mengandung residu EtO (uniform limit) sebesar 0,01 mg per kg.

Singapura hanya mengatur kandungan EtO pada komoditas rempah-rempah, dengan batas maksimal 50 mg per kg. Namun, residu pestisida selain yang diatur pada regulasi tersebut tidak diizinkan dijual. Artinya, makanan apapun tidak boleh mengandung residu pestisida, termasuk dalam buah-buahan.

Di Thailand, EtO termasuk dalam daftar senyawa residu pestisida pada lampiran Thai Agricultural Standard (TAS 9002-2013). Senyawa tersebut tidak boleh terkandung dalam komoditas pangan.

Di Indonesia, EtO adalah bahan aktif dan bahan tambahan pestisida yang dilarang penggunaannya untuk memberantas hama dan penyakit tanaman pertanian serta peternakan berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 43 Tahun 2019 tentang Pendaftaran Pestisida.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.