Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mendeskripsikan Aroma di Indra Penciuman Melalui Gambar 3D

📅 Jumat, 28 Apr 2023, 06:40 WIB | Oleh:

Cuplikan molekuler ini menunjukkan bahwa propionat melekat erat pada OR51E2 berkat kecocokan yang sangat spesifik antara bau dan reseptor. Temuan ini cocok dengan salah satu tugas sistem penciuman sebagai penjaga bahaya.

Meskipun propionat berkontribusi pada aroma keju Swiss yang kaya dan pedas, aromanya kurang menggugah selera.

"Reseptor laser ini fokus untuk upaya merasakan propionat dan mungkin telah berevolusi untuk membantu mendeteksi kapan makanan menjadi busuk," kata Manglik. "Reseptor untuk aroma yang menyenangkan seperti mentol atau jintan mungkin malah berinteraksi lebih longgar dengan aroma," imbuh dia.

Seiring dengan terus dilakukannya percobaan ini, maka sejumlah besar reseptor pada satu waktu akan menjabarkan kualitas indra penciuman lain yang menarik tentang kemampuan kita untuk mendeteksi sejumlah kecil bau yang dapat datang dan pergi.

Dengan menjalin kerja sama dengan ahli biologi kuantitatif Nagarajan Vaidehi PhD di City of Hope, mereka akan berupaya untuk menggunakan metode berbasis fisika untuk mensimulasikan dan membuat film tentang bagaimana OR51E2 diaktifkan oleh propionat.

"Kami melakukan simulasi komputer untuk memahami bagaimana propionat menyebabkan perubahan bentuk pada reseptor pada tingkat atom," kata Vaidehi. "Perubahan bentuk ini memainkan peran penting dalam bagaimana reseptor penciuman memulai proses pensinyalan sel yang mengarah ke indra penciuman kita," papar dia.

Tim tersebut sekarang mengembangkan teknik yang lebih efisien untuk mempelajari pasangan reseptor penciuman lainnya, dan untuk memahami biologi non-olfaktori yang terkait dengan reseptor.

Manglik membayangkan masa depan di mana bau baru dapat dirancang berdasarkan pemahaman tentang bagaimana bentuk bahan kimia mengarah pada pengalaman perseptual, tidak berbeda dengan bagaimana ahli kimia farmasi saat ini ketika meracik obat berdasarkan bentuk atom dari protein penyebab penyakit.

"Kami telah bermimpi mengatasi masalah ini selama bertahun-tahun," kata dia. "Kami sekarang memiliki pijakan pertama, pandangan pertama, tentang bagaimana molekul penciuman mengikat reseptor penciuman kita. Bagi kami, ini baru sebuah permulaan," ucap dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.