Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bank Dunia Serukan Pendekatan Baru Atasi Krisis Utang

📅 Kamis, 27 Apr 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Bank Dunia Serukan Pendekatan Baru Atasi Krisis Utang Doc: ISTIMEWA
Ket. ADHI CAHYA FAHADAYNA Pakar Hubungan Internasional dari Universitas Brawijaya, Malang - Utang yang besar membuat kemampuan suatu negara untuk membayar semakin turun, sehingga terancam bangkrut.

» Kerangka Kerja Bersama yang digagas G20 untuk membantu negara miskin, tidak memperhitungkan 61 persen utang yang dipegang kreditor swasta.

» Sebagian negara berkembang membangun sektor keuangan domestik tanpa kerangka fiskal berkelanjutan.

WASHINGTON - Bank Dunia menyerukan perlunya menggunakan pendekatan baru untuk mengatasi krisis utang yang telah memuncak di berbagai negara. Pendekatan baru itu termasuk memasukkan pinjaman dalam negeri ke dalam penilaian keberlanjutan utang suatu negara.

Kepala Ekonom Bank Dunia, Indermit Gill, kepada Reuters seperti dikutip Antara, mengatakan Kerangka Kerja Bersama yang digagas Kelompok 20 ekonomi utama (G20) untuk membantu negara-negara termiskin, hanya menghasilkan kemajuan glasial karena tidak memperhitungkan 61 persen utang luar negeri negara-negara berkembang yang dipegang oleh kreditor swasta. Bagian yang dipegang oleh kreditor swasta itu jauh lebih besar daripada beberapa dekade yang lalu.

Menurut Gill, hanya empat negara, yaitu Zambia, Chad, Ethiopia, dan Ghana yang telah mengajukan bantuan di bawah mekanisme G20 yang dibentuk pada akhir 2020 saat puncak pandemi Covid-19. Padahal, Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan lebih banyak lagi atau setidaknya 60 persen dari negara-negara berpenghasilan rendah berisiko tinggi mengalami kesulitan utang.

"Hanya Chad yang telah mencapai kesepakatan keringanan utang dengan kreditor, dan itu tidak termasuk pengurangan utang yang sebenarnya," kata Gill.

Seiring dengan meningkatnya suku bunga di Amerika Serikat (AS) dan ekonomi maju lainnya akan membuat uang mengalir keluar dari pasar negara berkembang untuk beberapa waktu, seperti pada 1980-an. Hal itu, kata Gill, akan menimbulkan lebih banyak bencana.

"Tingkat utang sudah mulai merusak prospek, membawa mereka ke spiral yang salah," katanya menjelang seminar Bank Dunia tentang utang pada Rabu. "Banyak dari negara-negara ini sudah mengalami krisis utang. Negara seperti Mesir memiliki utang yang belum dibayar," katanya.

Seorang pejabat Bank Dunia mengatakan Kerangka Bersama harus diganti, "Itu bukan mesin yang tepat," katanya.

Ghana misalnya, sekitar dua pertiga utang luar negerinya dimiliki investor perorangan, tetapi kerangka kerjanya difokuskan pada kreditor resmi Klub Paris dan pemberi pinjaman baru seperti Tiongkok, yang kini menjadi kreditor negara terbesar di dunia. Itu pun tidak memiliki aturan umum untuk menangani utang negara.

Rountable meeting yang baru dibentuk untuk mengatasi tantangan dalam proses keringanan utang telah mengumpulkan negara-negara pengutang dan kreditor swasta, tetapi hasilnya sangat minim.

Pejabat IMF mengatakan Tiongkok dan peserta lainnya mencapai pemahaman bersama bahwa bank pembangunan multilateral dapat memberikan aliran pinjaman dan hibah bersih yang positif ke negara-negara yang membutuhkan, alih-alih menerima "pemotongan utang".

Gill mengatakan Tiongkok sepertinya tidak melihat itu mengikat karena pertemuan itu tidak dimaksudkan sebagai mekanisme pengambilan keputusan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

48 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
Luar Negeri
Thaksin Shinawatra Diberi P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.