Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menguat, Saham Jerman Ditutup di Zona Hijau

📅 Sabtu, 22 Apr 2023, 04:42 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menguat, Saham Jerman Ditutup di Zona Hijau Doc: Antara/Reuters
Ket. Bursa Saham Frankfurt, Jerman.

Frankfurt - Menguat. Saham-saham di bursa Jerman berakhir di zona hijau pada perdagangan Jumat waktu setempat (21/4/2023), berbalik menguat dari kerugian sehari sebelumnya, dengan indeks acuan DAX 40 di Bursa Efek Frankfurt terkerek 0,54 persen atau 85,69 poin menjadi menetap di 15.881,66 poin.

Indeks DAX 40 terpangkas 0,62 persen atau 99,23 poin menjadi 15.795,97 poin pada Kamis (20/4/2023), setelah menguat 0,08 persen atau 12,53 poin menjadi 15.895,20 poin pada Rabu (19/4/2023), dan bertambah 0,59 persen atau 93,14 poin menjadi 15.882,67 poin pada Selasa (18/4/2023).

Dari 40 saham perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks DAX 40, sebanyak 24 saham berhasil mencatat keuntungan, sementara 16 saham lainnya mengalami kerugian.

Bursa Efek Frankfurt terhitung sejak 20 September 2021 secara resmi memperluas komponen indeks DAX 30 menjadi 40 saham atau menjadi indeks DAX 40.

SAP SE, sebuah perusahaan perangkat lunak multinasional Jerman yang perangkat lunak perusahaan untuk mengelola operasi bisnis dan hubungan pelanggan melonjak 5,24 persen, menjadi pencetak keuntungan terbesar(top gainer)dari saham-saham unggulan ataublue chips.

Disusul oleh perusahaan farmasi dan bahan kimia global yang meneliti obat-obatan di bidang onkologi dan neurodegeneratif serta penyakit autoimun dan inflamasi Merck KGa terangkat 3,75 persen; serta grup perawatan kesehatan global dengan produk dan layanan untuk dialisis Fresenius SE & Co KGaA menguat 1,98 persen.

Di sisi lain, BASF SE, sebuah perusahaan industri kimia terbesar di dunia asal Jerman mencatat kerugian paling besar(top loser)di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya tergelincir 1,99 persen.

Diikuti oleh saham perusahaan industri otomotif yang merancang dan memproduksi truk dan bus komersial Jerman Daimler Truck Holding AG kehilangan 1,54 persen; serta perusahaan industri pesawat terbang sipil, pesawat tempur dan peralatan militer multinasional Eropa Airbus SE melemah 1,49 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.