Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

WHO Merilis Bank Data Berisi Kesenjangan Kesehatan Global Terlengkap

📅 Kamis, 20 Apr 2023, 18:34 WIB | Oleh:
WHO Merilis Bank Data Berisi Kesenjangan Kesehatan Global Terlengkap Doc: WHO
Ket. Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO. 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Kamis (20/4) meluncurkan Health Inequality Data Repository (HIDR) atau Repositori Data Ketidaksetaraan Kesehatan.

Disebut WHO sebagai kumpulan data global paling komprehensif, HIDR berisi merupakan kumpulan data global terkait kesehatan populasi dan faktor-faktor penentunya. Repositori ini memungkinkan untuk melacak ketidaksetaraan kesehatan di seluruh kelompok populasi dan dari waktu ke waktu, dengan membagi data menurut karakteristik kelompok, mulai dari tingkat pendidikan hingga etnis.

HIDR sendiri mencakup hampir 11 juta titik data dan terdiri dari 59 kumpulan data dari lebih dari 15 sumber. Data tersebut mencakup pengukuran lebih dari 2.000 indikator yang dipecah menjadi 22 dimensi ketimpangan, termasuk faktor demografis, sosial ekonomi, dan geografis.

Adapun topik yang dibahas dalam repositori itu meliputi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs); COVID 19; kesehatan reproduksi, ibu dan anak; imunisasi; HIV; tuberkulosis; malaria; nutrisi; kesehatan; penyakit tidak menular dan kesehatan lingkungan.

"Kemampuan untuk mengarahkan layanan kepada mereka yang paling membutuhkan sangat penting untuk memajukan pemerataan kesehatan dan meningkatkan kehidupan. Dirancang sebagai toko serba ada untuk data tentang ketidaksetaraan kesehatan, Repositori akan membantu kita bergerak lebih dari sekedar menghitung kelahiran dan kematian, hingga memilah data kesehatan menurut jenis kelamin, usia, pendidikan, wilayah, dan lainnya," kata Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO.

"Jika kita benar-benar berkomitmen untuk tidak meninggalkan siapa pun, kita harus mencari tahu siapa yang dirindukan," sambungnya.

Namun, data terpilah masih belum tersedia untuk banyak indikator kesehatan. Jika tersedia sekalipun, data tersebut paling sering dipecah hanya berdasarkan jenis kelamin dan pada tingkat yang lebih rendah, berdasarkan usia dan tempat tinggal.

Misalnya, hanya 170 dari 320 indikator WHO untuk statistik terkait kesehatan, Global Health Observatory, yang dipisahkan, di mana 116 atau dua pertiga dari indikator tersebut hanya dipisahkan hanya berdasarkan jenis kelamin.

Meskipun terbatas, data terpilah yang tersedia mengungkapkan pola ketimpangan yang penting.

Sebagai contoh, kasus hipertensi di negara-negara berpenghasilan tinggi lebih sering terjadi pada pria daripada wanita.

Sebaliknya, di negara-negara berpenghasilan rendah, tingkat hipertensi sama antara perempuan dan laki-laki, tetapi tingkat obesitas lebih tinggi pada perempuan daripada laki-laki.

Repositori juga mengungkapkan ketidaksetaraan dalam respons COVID-19 nasional. Pada tahun 2021, di lebih dari sepertiga dari 90 negara yang memiliki data, cakupan vaksinasi COVID-19 di antara yang paling berpendidikan setidaknya 15 poin persentase lebih tinggi daripada di antara yang berpendidikan paling rendah.

Dengan dirilisnya HIDR, WHO meminta negara-negara untuk mengadopsi pemantauan ketidaksetaraan kesehatan rutin, membuat data terpilah tersedia untuk umum, memperluas pengumpulan data dan meningkatkan kapasitas untuk analisis dan pelaporan.

Analisis ketimpangan harus dilakukan secara teratur di tingkat global, nasional, dan subnasional, dengan pemantauan ketimpangan kesehatan yang terintegrasi ke dalam tujuan, indikator dan target global dan nasional, serta penilaian kinerja kesehatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Formula 1: Lewis Hamilton K...
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.