Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mengintip Gaya Berpakaian Ala Konglomerat 'Old Money'

📅 Rabu, 19 Apr 2023, 16:17 WIB | Oleh:
Mengintip Gaya Berpakaian Ala Konglomerat 'Old Money' Doc: Net-A0Porter
Ket. Grace Fuller Marroquín wears pants, shirt, vest, belt, sandals, all The Row; bag, The Row

Sebagai media sosial yang kerap mempromosikan dan menciptakan tren kecantikan dan fashion, TikTok kini tengah 'dihantui' dengan istilah "old money".

Dalam industri fashion, "old money" sendiri mengacu pada gaya berpakaian yang dipengaruhi oleh gaya hidup kelas atas. Istilah ini merujuk pada keluarga yang memiliki kekayaan dan status sosial yang sudah berlangsung lama, atau secara turun temurun.

Adapun gaya berpakaian kaum "old money" biasanya didominasi oleh pakaian klasik yang berkualitas tinggi, seperti blazer, celana panjang klasik, rok panjang, sepatu kulit, dan aksesori yang sederhana namun elegan.

Istilah "old money" erat kaitannya dengan tren berpakaian quiet luxury atau kemewahan yang tenang atau sederhana.

Quiet luxury telah menjadi tren yang kian populer di kalangan konsumen yang mencari pengalaman yang lebih elegan dan menyeluruh dalam gaya hidup mereka.

Konsep quiet luxury menekankan pada nilai-nilai seperti kualitas, kenyamanan, dan kesederhanaan, dan menawarkan alternatif yang lebih tenang daripada kemewahan yang mencolok. Pakaian biasanya dipilih dengan cermat dan dipelihara dengan baik, sehingga mereka bertahan lama dan bisa dipakai berulang kali.

Kaum "old money" umumnya tidak ragu untuk mengeluarkan lebih banyak duit mereka demi mengenakan pakaian buatan tangan yang indah, yang menampilkan keunggulan bahan, alih-alih mengenakan pakaian dengan logo merek untuk mendapatkan pengakuan orang lain atas status sosial mereka.

Merek-merek quiet luxury menawarkan produk dengan logo yang halus atau bahkan tanpa logo sama sekali. Pasalnya, quiet luxury memang tidak berfokus pada penyampaian status atau kelas sosial; sebaliknya, brand-brand ini berfokus pada warisan, kualitas, dan keahlian.

Contoh merek quiet luxury yang mungkin tidak banyak Anda dengar adalah Loro Piana, Brunello Cuccinelli, Valextra, Delvaux, Kiton, Brioni dan Delvaux. Brand-brand ini tidak memamerkan koleksi mereka di pekan mode di seluruh dunia, juga tidak berinvestasi dalam kampanye pemasaran besar.

Meski tak pernah Anda dengar, rumah mewah Belgia, Delvaux yang merupakan adalah perusahaan barang kulit mewah tertua merupakan brand yang dikenakan oleh Putri Kerajaan Maxima dari Belanda dan Claire dari Luksemburg, serta selebritas seperti Angelina Jolie, Sarah Jessica Parker, Katie Holmes dan Rihanna.

Juga brand asal Amerika Serikat, The Row yang juga dikenal sebagai brand quiet luxury. Alih-alih menggunakan media sosial untuk menjual produk dengan gamblang, The Row hanya sedikit menampilkan produk dan lebih banyak menampilkan foto-foto artistik. Menurut Cosmopolitan, hal ini justru menciptakan kesan kalau brand mereka misterius dan eksklusif dengan cara yang chic.

Hanya mereka yang memiliki mata terlatih, atau yang termasuk dalam lingkaran kaya raya, yang akan mengenali produk-produk yang termasuk dalam kategori quiet luxury.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.