Malaysia Cantumkan Ahli Waris Sulu sebagai Teroris
📅 Kamis, 13 Apr 2023, 02:30 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Bernama
KUALA LUMPUR - Malaysia telah memasukkan salah satu keturunan gadungan Kesultanan Sulu sebagai teroris. Langkah ini diambil sebagai bagian dari langkah Malaysia untuk menjaga kedaulatan nasional terutama di Negara Bagian Sabah di tengah sengketa wilayah antara kedua pihak.
"Kementerian Dalam Negeri menetapkan Muhammad Fuad Abdullah Kiram sebagai teroris di bawah undang-undang antipencucian uang dan terorisme yang berlaku di Malaysia," kata Khairul Dzaimee Daud, direktur jenderal di Kementerian Hukum, kepada wartawan pada Selasa (11/4).
Fuad adalah salah satu dari delapan anggota kelompok Sulu yang mengaku sebagai pewaris sultan Sulu, kata Khairul.
Menurut surat kabar federal tertanggal 6 April, Fuad Abdullah Kiram terdaftar sebagai warga Filipina berusia 69 tahun yang sebelumnya berpartisipasi dan memfasilitasi tindakan teroris.
Fuad telah menjadi bagian dari Royal Sulu Force, yang oleh pemerintah Malaysia dianggap sebagai kelompok teroris.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ubah Pendekatan
Sebelumnya para penggugat mendapatkan putusan ganti rugi sebesar 62,59 miliar ringgit Malaysia saat melawan Malaysia pada tahun 2022 atas klaim teritorial mereka ke Negara Bagian Sabah.
Pada Maret lalu, pengadilan di Paris menolak tawaran kelompok Sulu untuk menegakkan putusan tersebut dengan menjunjung tinggi Malaysia tetap pada penegakan perintah tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pendekatannya sekarang ini adalah melakukan ofensif terhadap klaim ahli waris Sulu, sebuah perubahan dari pendekatan sebelumnya yang berupaya memadamkan huru-hara, kata Khairul.
Menteri Dalam Negeri Malaysia, Saifuddin Nasution Ismail, juga akan mengunjungi empat negara yaitu Prancis, Spanyol, Luksemburg, dan Belanda, yang terlibat dalam arbitrase kasus tersebut, imbuh Khairul.
Kesultanan Sulu menyewakan Negara Bagian Sabah kepada sebuah perusahaan Inggris pada tahun 1878 hingga kemudian Sabah bergabung ke Malaysia. Kesultanan Sulu dulu menguasai pulau-pulau di Kepulauan Sulu, yang merupakan bagian dari Mindanao di Filipina saat ini.ST/Bloomberg/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!