Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Terlibat Korupsi, Mantan Menpora Malaysia Dihukum Penjara dan Cambuk

📅 Kamis, 09 Nov 2023, 15:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Terlibat Korupsi, Mantan Menpora Malaysia Dihukum Penjara dan Cambuk Doc: CNA/Facebook/Syed Saddiq Syed Abdul Rahman
Ket. Presiden Aliansi Demokratik Bersatu Malaysia (MUDA) Syed Saddiq Syed Abdul Rahman berkampanye di Muar, Johor pada Pemilihan Umum Malaysia ke-15.

KUALA LUMPUR - Seorang anggota parlemen Malaysia dari partai berbasis pemuda serta mantan menteri pemuda dan olahraga dinyatakan bersalah telah melakukan korupsi oleh Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur, kantor berita negara Bernama melaporkan, Kamis (9/11).

Syed Saddiq Syed Abdul Rahman dinyatakan bersalah atas empat dakwaan pelanggaran kepercayaan, penyelewengan properti, dan pencucian uang serta dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara, dua pukulan tongkat, dan denda RM10 juta (Rp33,42 miliar).

Syed Saddiq adalah anggota Aliansi Demokratik Bersatu Malaysia (MUDA), yang pada September lalu menarik dukungan dari koalisi Perdana Menteri Anwar Ibrahim dengan alasan kekhawatiran korupsi setelah tuduhan korupsi terhadap wakil perdana menteri negara itu dibatalkan.

"Pengadilan memutuskan bahwa pengacara gagal mengajukan keraguan yang beralasan, dan penuntut telah berhasil membuktikan kasusnya tanpa keraguan. Oleh karena itu, terdakwa dinyatakan bersalah atas semua dakwaan," kata Hakim Azhar Abdul Hamid.

Mantan menteri pemuda dan olahraga itu didakwa bersekongkol dengan mantan pejabat Partai Bersatu dalam menyelewengkan dana sebesar RM1 juta untuk sayap pemuda partai tersebut. Pelanggaran itu diduga terjadi pada Maret 2020 saat Bersatu masih berkuasa.

Syed Saddiq (30) adalah mantan ketua sayap pemuda Bersatu, namun kemudian meninggalkan partai tersebut dan membentuk partai sendiri, MUDA, pada 2020. Dia dapat tetap menjadi anggota parlemen meskipun tersandung kasus hukum.

Media lokal melaporkan, Pengadilan Tinggi telah mengizinkan Syed Saddiq menunda eksekusi hukumannya sambil menunggu banding.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

46 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

56 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.