Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

ASEAN Mengutuk Keras Serangan Udara di Desa Terpencil Myanmar

📅 Kamis, 13 Apr 2023, 13:40 WIB | Oleh: Tim Penulis

Pemerintah Persatuan Nasional Myanmar (NUG), sebuah badan bayangan yang didominasi mantan anggota parlemen dari partai pimpinan Aung San Suu Kyi, mengutuk serangan itu sebagai "tindakan keji".

"Kami ... merasakan sakit yang dirasakan oleh keluarga yang terkena dampak tragedi ini," katanya dalam sebuah pernyataan.

Utusan HAM PBB Tom Andrews mengatakan pada Rabu, masyarakat internasional harus menghentikan aliran senjata ke Myanmar dan bekerja sama menjatuhkan sanksi terkoordinasi terhadap junta negara tersebut.

Bahwa junta militer Myanmar dipasok oleh negara-negara anggota PBB, Andrews mendesak negara-negara untuk mendorong mereka menghentikan pengiriman ke junta.

Kepala HAM PBB Volker Turk mengatakan dia "ngeri" dengan serangan udara mematikan itu. Korbannya termasuk anak-anak sekolah yang sedang menari. PBB menyerukan agar mereka yang bertanggung jawab diadili.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...

Indonesia Turun Full Team Buat Kikis Kekuatan Vietnam

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...

Kapal Kandas karena Air Surut Dampak Kemarau Panjang

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.