Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

ASEAN Mengutuk Keras Serangan Udara di Desa Terpencil Myanmar

📅 Kamis, 13 Apr 2023, 13:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
ASEAN Mengutuk Keras Serangan Udara di Desa Terpencil Myanmar Doc: CNA/AFP
Ket. Saksi mata menuduh pesawat militer Myanmar memberondong Desa Pazi Gyi di wilayah Sagaing tengah, dalam serangan udara 11 April 2023 yang menurut penyelamat menyebabkan 100 orang tewas. 

SINGAPURA - Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) "mengutuk keras" serangan udara junta militer Myanmar di sebuah desa terpencil minggu ini.

Pernyataan ASEAN pada Kamis (13/4) setelah berita tentang serangan terhadapDesa Pazi Gyi di Kotapraja Kanbalu, wilayah Sagaing, di barat laut negara itu.

Sehari setelah serangan udara, Sekjen PBB Antonio Guterres mengeluarkan pernyataan mengutuk keras serangan itu, sementara Amerika Serikat mengatakan "sangat prihatin".

Ketua ASEAN mengatakan pada Kamis,"Segala bentuk kekerasan harus segera diakhiri, terutama penggunaan kekerasan terhadap warga sipil."

"Ini akan menjadi satu-satunya cara untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi dialog nasional yang inklusif untuk menemukan solusi damai yang berkelanjutan di Myanmar."

Juru bicara junta Myanmar Zaw Min Tun pada Selasa mengatakan, beberapa orang yang tewas dalam serangan udara adalah pejuang anti-kudeta berseragam. Namun juga mengakui "ada beberapa orang dengan pakaian sipil".

"Menurut informasi lapangan yang kami dapat, orang-orang terbunuh bukan karena serangan kami saja," katanya. "Ada beberapa ranjau yang ditanam PDF (Tentara Pertahanan Rakyat) di sekitar area itu."

Dia menambahkan, serangan udara itu juga menghantam tempat penyimpanan mesiu dan ranjau.

Ketua ASEAN Indonesia juga menegaskan kembali komitmen blok itu untuk terus membantu Myanmar "dalam mencari solusi yang dapat diterapkan dan bertahan lama untuk krisis yang sedang berlangsung melalui mempromosikan implementasi penuh dari Konsensus Lima Poin".

Pada 2021, ASEAN dan kepala junta Jenderal Min Aung Hlaing mencapai consensus lima poin tentang kekerasan di Myanmar selama pertemuan puncak di Jakarta.

Poin-poinnya termasuk penghentian segera kekerasan di Myanmar dan semua pihak melakukan "pelatihan ulang sepenuhnya", serta dialog konstruktif di antara semua pihak terkait untuk "mencari solusi damai demi kepentingan rakyat".

Para pemimpin juga sepakat, utusan khusus ASEAN akan memfasilitasi mediasi proses dialog, ASEAN akan memberikan bantuan kemanusiaan, serta utusan dan delegasi akan mengunjungi Myanmar untuk bertemu dengan semua pihak terkait.

Wilayah Sagaing, dekat kota terbesar kedua di Myanmar, Mandalay, melakukan perlawanan sengit terhadap junta militer selama berbulan-bulan.

Sebelum pesawat militer menyerang Desa Pazi Gyi, penduduk berkumpul untuk menandai pembukaan kantor pasukan pertahanan setempat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.