Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ramadan dan Paskah Momen Perkuat Saling Menghargai

📅 Kamis, 06 Apr 2023, 00:01 WIB | Oleh:
Ramadan dan Paskah Momen Perkuat Saling Menghargai Doc: ISTIMEWA
Ket. PDT JIMMY SORMIN Sekretaris Eksekutif bidang Kesaksian dan Keutuhan Ciptaan PGI - Ketika bulan puasa ini bersamaan juga dengan masa Jumat Agung dan Paskah, ini merupakan waktu yang sangat baik untuk kita saling menghargai.

JAKARTA - Masyarakat diajak untuk memanfaatkan momentum Ramadan dan rangkaian Paskah untuk memperkuat semangat saling menghargai satu sama lain. Kondisi ini sekaligus menjadi momen tepat seluruh anak bangsa perlu memahami bahwa negara ini ada dalam keberagaman.

"Ketika bulan puasa ini bersamaan juga dengan masa Jumat Agung dan Paskah, ini merupakan waktu yang sangat baik untuk kita saling menghargai satu sama lainnya," kata Sekretaris Eksekutif bidang Kesaksian dan Keutuhan Ciptaan Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), Pdt Jimmy Sormin, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (5/4).

Artinya, tutur Pdt Jimmy, setiap umat beragama di Indonesia bisa merayakan apa yang diimaninya secara berbeda. Pada Ramadan kali ini, umat Islam bersuka cita menjalankan ibadah puasa. Di sisi lain, ada umat lainnya yang merayakannya secara kekristenan, yaitu masa Trihari Suci, yang terdiri atas Kamis Putih, Jumat Agung, dan Paskah.

"Sudah sejak semula ada perbedaan, tapi bagaimana mengupayakannya untuk selalu menjadi momentum yang menjaga, mengapresiasi, merawat, menghargai, melengkapi satu sama lainnya. Ini yang harus kita terus rawat bersama," kata Jimmy.

Seperti dikutip dari Antara, Pdt Jimmy menjelaskan rasa kebersamaan sesama anak bangsa dapat terwujud dengan selalu membuka ruang perjumpaan. Misalnya, pada masa puasa ini, umat Kristen bisa saja bersama-sama ikut serta dalam menyemangati dan mendukung saudara-saudara yang berpuasa, juga termasuk mengikuti buka puasa bersama.

Demikian juga yang Muslim, misalnya, atau beragama lain, pada masa Paskah boleh saling menyelamati atau memberikan dukungan, juga menjaga keamanan dan ketertiban satu sama lain.

Merasakan Kebersamaan

Hal ini dilakukan agar semua bisa merasakan adanya kebersamaan sebagai warga negara yang memiliki keagamaan atau keimanan yang berbeda. "Di ruang digital juga perlu kita bangun narasi yang meneduhkan, menyemangati, menguatkan, dan bukan sebaliknya," ujar Jimmy.

Sementara itu, peneliti Pusat Studi Islam dan Demokrasi (PSID), Nazar El Mahfudzi, mengatakan rangkaian Paskah dan Ramadan yang berbarengan pada tahun ini bersamaan juga dengan momentum jelang Pemilu 2024. Maka penting bagi umat beragama untuk menunjukkan bahwa Indonesia adalah satu dalam keberbedaan.

"Ini kan kita mau pemilu. Ramadan dan Paskah yang berbarengan tahun ini kita mendapati sangat adem. Jadi, kita semua bisa optimistis pesta demokrasi setahun lagi juga adem," kata Nazar.

Mengenai ekspresi kebersamaan, masing-masing umat atau kelompok umat bisa merumuskan masing-masing apa yang terbaik di lingkungannya. Kata kuncinya, menurut Nazar, adalah melihat lingkungannya masing-masing, dan mengamplifikasi kebaikan di lingkungan masing-masing di media sosial.

"Jangan sampai terbalik, medsos malah jadi perhatian utama, padahal yang memproduksi medsos kadang kala punya tujuan berbeda. Maka kita semua jaga lingkungan masing-masing dan produksi konten yang menyejukkan dari lingkungan masing-masing," kata Nazar.

Sebab, tantangan utama masyarakat hari ini, menurut Nazar, adalah bagaimana membaca dengan baik yang ada di medsos dan ikut memproduksi atau melawan narasi-narasi buruk di medsos yang sebenarnya sering jauh dari kenyataan kita sendiri di lingkungan masing-masing.

"Di medsos mudah berantem. Nah, kuncinya lingkungan yang adem," kata Nazar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.