Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jaga Kebersihan! KLHK Minta Masyarakat Kurangi Sampah Makanan Saat Ramadhan

📅 Kamis, 06 Apr 2023, 00:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jaga Kebersihan! KLHK Minta Masyarakat Kurangi Sampah Makanan Saat Ramadhan Doc: Antara
Ket. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meluncurkan gerakan Hari Kompos di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/2/2023).

Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meminta masyarakat agar mengurangi sampah makanan seiring dengan adanya peningkatan timbulan sampah sisa makanan sekitar 20 persen setiap Ramadhan.

"Kami mengajak masyarakat untuk menjadi contoh, mari kitalead by example dan juga menginspirasi mulai dari hal kecil, mulai dari diri sendiri, mulai dari sekarang. Kita coba hijrah (kurangi sampah makanan) pada bulan Ramadan ini," kata Direktur Pengurangan Sampah, Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 KLHK Sinta Saptarina Soemiarno dalam diskusi Pojok Iklim di Jakarta, Rabu (5/4).

Sinta menuturkan beberapa daerah telah melaporkan peningkatan timbulan sampah makanan, seperti Kota Padang yang meningkat 5 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan Kota Surabaya yang sejak awal Ramadhan pengangkutan sampah naik 200 ton ke tempat pemrosesan akhir atau TPA.

"Jumlah penduduk yang terus meningkat turut berimbas terhadap peningkatan sampah dan sayangnya tidak diimbangi dengan pelayanan pengelolaan sampah yang memadai, sehingga TPA menjadi kelebihan kapasitas," katanya.

Menurut Sinta, timbulan sampah makanan yang naik sekitar 20 persen setiap Ramadhan akibat perilaku konsumtif masyarakat yang lapar mata.

Perilaku konsumtif itu berpotensi meningkatkan jumlah makanan yang terbuang karena tidak habis dikonsumsi.

"Sebetulnya kalau sampah tidak terkelola, selain berdampak buruk bagi kesehatan makhluk hidup, juga berpotensi pencemaran dan kerusakan lingkungan serta perubahan iklim," ujar Sinta.

Lebih lanjut dia meminta masyarakat agar aktif memilah dan mengolah sampah secara mandiri.

"Sampah rumah tangga yang berasal dari dapur atau meja makan dipilah agar sampah anorganik dan organik tidak tercampur," katanya.

Sampah anorganik bisa disetorkan kepada bank sampah di dekat rumah untuk mendapatkan imbalan hasil berupa uang, asuransi, dan sebagainya.

Sedangkan sampah organik sisa makanan diolah menjadi kompos atau disalurkan kepada tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) untuk dijadikan pupuk hingga biogas.

Ia mengatakan, apabila setiap rumah tangga mampu mengolah sampah sisa makanan secara mandiri, maka 10,92 juta ton sampah organik itu tidak akan berakhir di TPA.

Dengan demikian, menurut dia, aktivitas mengompos sampah sisa makanan bisa menurunkan emisi gas rumah kaca sekitar 6,8 juta ton setara karbon dioksida per tahun.

"Kami mendorong masyarakat perumahan untuk bisa mengolah sampah makanan, karena sebetulnya kompos itu sangat mudah dan bermanfaat," pungkas Sinta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Formula 1: Lewis Hamilton K...
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.