Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Filipina Umumkan Empat Pangkalan Militer Lagi untuk Pasukan AS

📅 Selasa, 04 Apr 2023, 11:26 WIB | Oleh: Tim Penulis
Filipina Umumkan Empat Pangkalan Militer Lagi untuk Pasukan AS Doc: Freshnewsasia/AFP
Ket. Tentara AS dan tentara Filipina.

MANILA - Filipina pada Senin (3/4) mengumumkan lokasi empat pangkalan militer tambahan yang akan digunakan oleh pasukan Amerika Serikat. Satu lokasi berada di dekat Laut Tiongkok Selatan yang dipersengketakan. Lokasi lainnya tak jauh dari Taiwan.

Kedua sekutu itu sepakat pada Februari untuk memperluas kerja sama di "bidang strategis" ketika mereka berusaha melawan sikap tegas Tiongkok atas Taiwan dan pembangunan pangkalannya di Laut Tiongkok Selatan.

Perjanjian Kerjasama Pertahanan yang Ditingkatkan 2014, yang dikenal sebagai EDCA, memberi akses pasukan AS ke lima pangkalan di Filipina.

Kemudian diperluas menjadi sembilan. Namun lokasi empat pangkalan tambahan dirahasiakan hingga Senin, sementara pemerintah berkonsultasi dengan pejabat setempat.

Keempat lokasi tersebut telah dinilai oleh militer Filipina dan dianggap "sesuai dan saling menguntungkan", kata Kantor Komunikasi Kepresidenan Filipina dalam sebuah pernyataan.

Pangkalan itu juga akan digunakan untuk operasi kemanusiaan dan bantuan selama bencana, kata kantor komunikasi.

Seorang pejabat AS mengonfirmasi bahwa lokasi yang diumumkan oleh Filipina adalah situs EDCA yang baru.

Tiga situs berada di Filipina utara, termasuk pangkalan angkatan laut dan bandara di provinsi Cagayan dan sebuah kamp tentara di provinsi tetangga Isabela, menurut pernyataan itu.

Pangkalan angkatan laut di Santa Ana di provinsi Cagayan berjarak sekitar 400 km (250 mil) dari Taiwan.

Situs lain akan berada di Pulau Balabac, di lepas ujung selatan Pulau Palawan, dekat Laut Tiongkok Selatan.

Gubernur Cagayan Manuel Mamba secara terbuka menentang keberadaan situs EDCA di provinsinya karena takut membahayakan investasi Tiongkok dan menjadi target dalam konflik atas Taiwan.

Namun penjabat kepala pertahanan Filipina Carlito Galvez mengatakan kepada wartawan baru-baru ini bahwa pemerintah "telah memutuskan" di lokasi tersebut dan Mamba telah setuju untuk "mematuhi keputusan".

Perjanjian tersebut memungkinkan pasukan AS untuk berputar melalui pangkalan dan juga menyimpan peralatan dan persediaan pertahanan di sana.

Pakta itu terhenti di bawah mantan presiden Rodrigo Duterte, yang lebih menyukai Tiongkok daripada mantan penguasa kolonial negara itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Roy Suryo Ajukan Praperadil...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...
Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp71.600/...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.