Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Empat Stasiun Luar Angkasa NASA Pasca ISS

📅 Selasa, 04 Apr 2023, 06:40 WIB | Oleh:
Empat Stasiun Luar Angkasa NASA Pasca ISS Doc: Wikipedia

Stasiun luar angkasa ISS dalam beberapa tahun ke depan akan berhenti beroperasi. NASA yang tergabung di dalamnya, akan keluar dan menciptakan stasiun luar angkasa secara mandiri yang dioperasikan secara komersial untuk memfasilitasi 77 badan antariksa di seluruh dunia jika diperlukan.

Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS) mengorbit Bumi setiap 90 menit. Stasiun berbentuk kapsul ini berada pada ketinggian 420 kilometer di atas permukaan Bumi dengan kecepatan rata-rata 27,600 kilometer per jam.

Stasiun ini bukan untuk pengamatan luar angkasa saja. Selama lebih dari dua dekade, stasiun ini telah berfungsi sebagai pusat penelitian gayaberat mikro, yang digunakan para ilmuwan untuk menyelidiki penyakit seperti kanker, Alzheimer, efek penerbangan luar angkasa jangka panjang pada tubuh manusia, dan ribuan percobaan lainnya.

Namun, ISS yang diluncurkan pertama kali pada 1998 oleh beberapa negara, yaitu Amerika Serikat (AS), Jepang, Russia, Kanada, serta anggota Badan Antariksa Eropa (European Space Agency/ESA), tidak akan bertahan selamanya. Tekanan pada struktur utama telah terakumulasi dari waktu ke waktu, termasuk efek perubahan suhu saat stasiun berayun keluar dan masuk dari pandangan Matahari.

Tahun lalu, NASA mengumumkan bahwa operasi stasiun tersebut akan berakhir pada 2030, setelah itu akan jatuh ke Samudra Pasifik. Faktor lain yang dapat membatasi umur ISS adalah ketegangan antara Russia dan entitas lain yang mengoperasikan stasiun tersebut termasuk AS, Eropa, Jepang, dan Kanada.

April lalu, Roscosmos, badan antariksa Russia, mengancam akan berhenti bekerja sama dengan negara lain di ISS sebagai tanggapan atas sanksi Barat terhadap Russia menyusul invasi negara itu ke Ukraina. Musim panas lalu, kepala Roscosmos mengatakan negara itu akan meninggalkan ISS setelah 2024, meskipun kantor berita Reuters melaporkan pada Juli bahwa kepergian Russia mungkin akan terjadi jauh kemudian.

Russia mengoperasikan 6 dari 17 modul ISS, termasuk sistem propulsi stasiun luar angkasa. "Modul Russia dirancang untuk menjadi bagian integral dari panduan dan operasinya," kata Henry Hertzfeld, pakar masalah ekonomi, hukum, dan kebijakan ruang angkasa di Institut Kebijakan Luar Angkasa Universitas George Washington.

"Jadi jika mereka menarik diri, terutama dalam jangka pendek tanpa memberikan pemberitahuan sebelumnya yang cukup, itu menjadi masalah," imbuh dia dikutip dari laman Smithsonian Magazine.

Seorang arkeolog luar angkasa di Universitas Flinders di Australia, Alice Gorman, berpendapat bahwa ISS secara teoritis dapat bertahan hingga 2030 jika diperlukan. Tetapi NASA berencana untuk memulai transisi ke stasiun luar angkasa yang dimiliki dan dioperasikan secara komersial pada akhir dekade ini.

Pada 2020, badan antariksa tersebut memberikan Axiom Space hingga 140 juta dollar AS untuk membuat setidaknya satu modul untuk dipasang ke ISS. Hal ini pada akhirnya dapat menjadi bagian dari stasiun terbang bebas baru. Kemudian, pada akhir 2021, NASA memberi Blue Origin, Nanoracks, dan Northrop Grumman masing-masing 130 juta, 160 juta, dan 125,6 juta dollar AS untuk mengembangkan desain stasiun mereka sendiri.

"Kami ingin menciptakan lingkungan ini di mana industri akan dapat memiliki dan mengoperasikan kendaraan mereka, dan kemudian NASA mendapatkan layanan tersebut," kata Eksekutif Program untuk Program Pengembangan Orbit Rendah Bumi Komersial NASA, Misty Snopkowski.

Badan antariksa itu juga menggunakan perusahaan swasta untuk mengangkut awak dan kargo ke ISS, tambah dia. Salah satu manfaat dari jenis pengaturan ini adalah memungkinkan NASA menggunakan sebagian dananya untuk upaya lain.

"Apa yang kami harapkan dan juga diharapkan oleh NASA adalah dengan beralih dari ISS ke stasiun komersial, NASA dapat terus melakukan penelitian dan pengembangan teknologi, tetapi membebaskan banyak uang untuk kemudian pergi ke bulan dan Mars," kata Chief Technology Officer untuk Axiom, Matt Ondler.

Pariwisata Luar Angkasa

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.