Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mengagetkan Informasi Ini, Kurang Bermain Sebabkan Perkembangan Bahasa Anak Terhambat

📅 Senin, 03 Apr 2023, 05:49 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mengagetkan Informasi Ini, Kurang Bermain Sebabkan Perkembangan Bahasa Anak Terhambat Doc: ANTARA/Harvard Health
Ket. lustrasi anak-anak bermain.

Jakarta - Mengagetkan, terapis wicara Bangkit Pratama mengatakan kurangnya bermain bisa menyebabkan perkembangan bahasa anak terhambat karena sambil bermain sebenarnya anak-anak juga belajar.

"Jika anak-anak kurang bermain dan berinteraksi dapat menyebabkan perkembangan bahasanya terhambat, karena dengan permainan anak akan lebih enjoy dalam menikmati proses belajar berbicara," kata Bangkit dalam diskusi memperingati Hari Kesadaran Autisme Sedunia yang diikuti secara daring di Jakarta, Minggu.

Bangkit mengatakan permainan adalah landasan untuk perkembangan bahasa anak, maka sudah sewajarnya bagi para orang tua untuk aktif dalam mengajak anaknya berinteraksi.

Jenis permainan yang dapat digunakan juga bermacam-macam sepertisymbolic play(bermain tebak-tebakan bentuk benda yang ada di sekitar),pretend play(pura-pura seperti dokter-dokteran), danbasic play(permainan umum seperti cilukba), tambah dia.

"Usia tiga tahun kebawah jika duduk satu jam itu tidak bagus dan tidak fokus. Ajak mereka lari sambil bersuara," kata Bangkit.

Meski demikian, bukan berarti bermain sambil duduk itu tidak bagus. Ada permainan yang bisa dilakukan sambil duduk, namun tidak sampai satu jam dan tetap harus diawasi orang tua.

Contohnya jika orang tua memberikan mainan model binatang pun orang tua juga harus berperan dalam mengajak berbicara seperti menirukan suaranya atau pura-pura memberi makan, tambah dia.

Menurutnya, jenis permainan lain seperti permainan berkelompok yang lebih aktif bisa lebih melatih kemampuan interaksi anak, karena kemampuan motorik dan bicara itu sebanding.

"Orang tua yg memberikan tanggung jawab anaknya kepada para pengasuh itu biasanya lupa akan hal ini," kata Bangkit.

Oleh karena itu, Bangkit menyarankan agar para orang tua memperhatikan perkembangan anaknya dengan minimal melihat pada buku merah muda (buku kesehatan ibu dan anak) yang dibagikan di Posyandu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

55 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.